Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut berduka atas peristiwa banjir di Bali, Indonesia, yang telah menimbulkan korban jiwa, seraya menyatakan Malaysia berdiri dalam solidaritas dengan Indonesia.

"Di momen yang menyakitkan ini, saya berdiri dalam solidaritas dengan Presiden Prabowo dan rakyat Indonesia. Malaysia berduka bersama Anda," kata PM Anwar Ibrahim dalam keterangan di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat.

PM Anwar menyatakan banjir di Bali yang menimbulkan korban jiwa merupakan peristiwa tragis.

Dia mendoakan seluruh keluarga di Indonesia yang terdampak banjir di Bali, dapat tabah dan tegar.

"Saya sangat berduka atas hilangnya nyawa yang tragis akibat banjir bandang di Bali. Doa dan pikiran saya menyertai keluarga yang telah kehilangan orang terkasih, dan semua orang yang rumah dan mata pencahariannya terdampak," kata PM Anwar.

"Kami akan terus mendoakan. Rakyat Bali di hati kami, semoga mereka lekas pulih dari bencana ini," ujarnya mendoakan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan total korban meninggal dunia akibat banjir di Bali bertambah dari 14 orang menjadi 16 orang dan semua sudah dievakuasi tim petugas gabungan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis malam, mengatakan bahwa data tersebut diperoleh berdasarkan laporan tim petugas gabungan yang menyatakan satu dari dua korban hilang berhasil ditemukan, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 16 orang.