Balikpapan (AntaraKL) - Untuk menambah daya tarik kunjungan ke Balikpapan saat gerhana matahari total 9 Maret mendatang, Dinas Pariwisata Balikpapan akan menggelar pesta laut di Pantai Manggar, yang jaraknya sekitar 25 km sebelah utara pusat kota.

"Agenda utamanya bakar ikan massal di sepanjang Pantai Manggar itu," kata Kepala Dinas Pariwisata Balikpapan Oemy Facessly, Minggu.

Acara bakar ikan massal itu segera dimulai begitu gerhana selesai pada pukul 10.00 WITA dan segera pula diikuti dengan makan siang bersama.

"Selain itu, di Lapangan Merdeka ada Festival Kuliner," sambung Facessly. Warga Kota Minyak yang berasal dari beragam etnis dan budaya akan menampilkan kuliner khas masing-masing.

Direktur biro perjalanan wisata Trans Borneo Adventure, Joko Purwanto, menambahkan, bahwa pihaknya sudah mempromosikan event ini sejak setahun yang lalu.

"Kami kemas dalam paket wisata 3 hari 2 malam, dan cukup menarik wisawatan mancanegara," ungkap Purwanto.

Menurut dia, ada 60 wisatawan yang sudah memesan paket itu, di antaranya 30 dari Jepang, 10 orang dari Kanada, dan sisanya dari berbagai negara Eropa dan Asia.

"Ada 20 orang yang ke Tana Grogot, setahu saya ada juga yang ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Di kedua kota itu diperkirakan gerhana akan terjadi lebih lama," tambah Purwanto.

Seperti dilansir laman eclipse.gsfc.nasa.gov, gerhana matahari total dapat dilihat di Balikpapan, Kalimantan Timur, mulai pukul 07.25 Waktu Indonesia Tengah. Selama satu jam bayangan piringan bulan perlahan memenuhi bundaran matahari hingga mulai total menutupinya pada pukul 08.33.

Gerhana matahari total dilihat di Balikpapan selama 90 detik, yaitu antara pukul 08.33-08.35 Wita. Kemudian perlahan-lahan gerhana baru berakhir hingga pukul 09.53 WITA.

Gerhana dapat dilihat lebih lama di kota Tana Grogot, 150 km tenggara Balikpapan, sebab dilewati umbra' atau oleh bayangan utama bulan. Di kota yang semua bangunan pemerintah dicat warna ungu itu, gerhana berlangsung 120 detik.

Gerhana matahari total tahun 2016 ini juga dapat disaksikan di 11 provinsi lain di Indonesia, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Bayangan utama bulan (umbra) yang melintasi kota Palu di Sulawesi Tengah membuat para ilmuwan astronomi berdatangan di kota tersebut.


Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024