Serangan jantung penyebab utama kematian di Malaysia
Rabu, 3 November 2021 7:30 WIB
Pakar jantung Dr Ika Faizura dalam webinar kesehatan jantung yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit KPJ Ampang Puteri di Kuala Lumpur, Selasa, yang diikuti peserta dari Malaysia dan Indonesia. ANTARA Foto/Agus Setiawan (1)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Penyakit jantung saat ini menjadi penyebab utama kematian di rumah sakit - rumah sakit yang ada di Malaysia dengan jumlah mendekati 25 persen dari keseluruhan angka kematian.
Pakar jantung Dr Ika Faizura mengemukakan hal itu dalam webinar kesehatan jantung yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit KPJ Ampang Puteri di Kuala Lumpur, Selasa, yang diikuti peserta dari Malaysia dan Indonesia.
"Hampir 50 persen dari pasien yang mengalami serangan jantung masih berusia muda antara 40 hingga 60 tahun," katanya.
Sedangkan rata-rata orang terkena serangan jantung di Malaysia pada usia 59 tahun, Amerika, Eropa, Australia dan Selandia Baru usia 66 tahun, Kanada 68 tahun, Thailand 65 tahun dan China 63 tahun.
Ika mengatakan penyakit jantung dan stroke juga menjadi penyebab utama kematian wanita di Malaysia.
"Satu dari empat wanita meninggal karena serangan jantung atau stroke. Ini dua setengah kali dari wanita yang meninggal karena kanker," katanya.
Dia mengatakan jantung kalau tidak dirawat akan lemah sehingga penting untuk merawat jantung.
"Fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh badan kita. Jantung lemah artinya jantung tidak berfungsi sehingga tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh," katanya.
Dia mengatakan jantung bekerja 24 jam bahkan saat kita tidur sejak seseorang dalam kandungan ibunya.
"Salah satu symptom lemah jantung awal adalah sesak nafas, sudah bernafas, kaki bengkak, tidak mempunyai selera makan, urat-urat nampak tegang, rasa penat dan letih sepanjang masa. Kalau ada symptom ini maka harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit," katanya.
Dia mengatakan resiko penyakit jantung ada yang bisa diubah dan tidak diubah.
"Yang tidak bisa diubah adalah genetika, umur, ras, laki-laki. Orang Melayu dan India lebih beresiko terkena serangan jantung lebih tinggi daripada ras China. Orang laki-laki lebih terkena resiko," katanya.
Resiko yang bisa diubah, ujar dia, adalah stres, alkohol, merokok, nutrisi, obesitas, kolesterol.
Dia menyarankan untuk mengurangi serangan jantung hendaknya mengkonsumsi sayur-sayuran yang berwarna-warni, mengkonsumsi "olive oil", berhenti merokok dan melakukan olah raga sekurang-kurangnya 150 menit dalam seminggu.
---------------
Mari bergabung di Grup Telegram "Seputar Indonesia - Malaysia" yang dikelola LKBN Antara Kuala Lumpur, caranya klik link https://t.me/seputarindonesiamalaysia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Pakar jantung Dr Ika Faizura mengemukakan hal itu dalam webinar kesehatan jantung yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit KPJ Ampang Puteri di Kuala Lumpur, Selasa, yang diikuti peserta dari Malaysia dan Indonesia.
"Hampir 50 persen dari pasien yang mengalami serangan jantung masih berusia muda antara 40 hingga 60 tahun," katanya.
Sedangkan rata-rata orang terkena serangan jantung di Malaysia pada usia 59 tahun, Amerika, Eropa, Australia dan Selandia Baru usia 66 tahun, Kanada 68 tahun, Thailand 65 tahun dan China 63 tahun.
Ika mengatakan penyakit jantung dan stroke juga menjadi penyebab utama kematian wanita di Malaysia.
"Satu dari empat wanita meninggal karena serangan jantung atau stroke. Ini dua setengah kali dari wanita yang meninggal karena kanker," katanya.
Dia mengatakan jantung kalau tidak dirawat akan lemah sehingga penting untuk merawat jantung.
"Fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh badan kita. Jantung lemah artinya jantung tidak berfungsi sehingga tidak bisa memompa darah ke seluruh tubuh," katanya.
Dia mengatakan jantung bekerja 24 jam bahkan saat kita tidur sejak seseorang dalam kandungan ibunya.
"Salah satu symptom lemah jantung awal adalah sesak nafas, sudah bernafas, kaki bengkak, tidak mempunyai selera makan, urat-urat nampak tegang, rasa penat dan letih sepanjang masa. Kalau ada symptom ini maka harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit," katanya.
Dia mengatakan resiko penyakit jantung ada yang bisa diubah dan tidak diubah.
"Yang tidak bisa diubah adalah genetika, umur, ras, laki-laki. Orang Melayu dan India lebih beresiko terkena serangan jantung lebih tinggi daripada ras China. Orang laki-laki lebih terkena resiko," katanya.
Resiko yang bisa diubah, ujar dia, adalah stres, alkohol, merokok, nutrisi, obesitas, kolesterol.
Dia menyarankan untuk mengurangi serangan jantung hendaknya mengkonsumsi sayur-sayuran yang berwarna-warni, mengkonsumsi "olive oil", berhenti merokok dan melakukan olah raga sekurang-kurangnya 150 menit dalam seminggu.
---------------
Mari bergabung di Grup Telegram "Seputar Indonesia - Malaysia" yang dikelola LKBN Antara Kuala Lumpur, caranya klik link https://t.me/seputarindonesiamalaysia, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kediamannya diserang pesawat nirawak Ukraina, Putin sampaikan peringatan keras
30 December 2025 12:14 WIB
Kemlu Palestina: 33.000 perempuan dewasa dan anak-anak Gaza tewas selama serangan Israel
26 November 2025 10:13 WIB
Israel hentikan operasi di Gaza sebagai tindak lanjut rencana perdamaian Trump
04 October 2025 11:02 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB