Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta kementerian, lembaga dan BUMN untuk menerapkan efisiensi belanja sebanyak-banyaknya guna melonggarkan kondisi fiskal negara untuk dapat meneruskan pemberian subsidi bahan bakar minyak, gas dan listrik. 

Komitmen untuk terus memberikan subsidi Presiden sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin. 

“Walaupun beban fiskal kita berat, pemerintah sudah berkomitmen untuk terus memberikan subsidi kepada masyarakat, baik yang berkaitan dengan BBM Pertalite dan solar, yang berkaitan dengan gas dan listrik. Ini yang terus kita jaga,” ujar dia. 

Ia menegaskan kebijakan yang pemerintah ambil saat ini adalah memprioritaskan agar harga barang, baik energi dan pangan terjangkau oleh seluruh masyarakat. 

Karenanya, ia juga meminta jajarannya menggenjot produksi barang dalam negeri agar mampu meminimalisir impor, sehingga dapat turut menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga di pasar. 

Pada saat yang sama Presiden memerintahkan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan untuk secepatnya memastikan harga komoditas pangan, terutama minyak goreng curah, di seluruh provinsi setara dengan ketentuan pemerintah sebesar Rp14.000 per liter. 

Sedangkan untuk komoditas pangan lain, ia meminta dilakukan peningkatan kapasitas produksi, dengan menambah kapasitas produksi masing-masing daerah untuk komoditas pangan, khususnya komoditas yang menjadi ciri khas daerah masing-masing. 

"Peningkatan produksi besar-besaran baik itu dari petani, korporasi, BUMN. Semua harus ditingkatkan jangan mengikuti rutinitas harian," katanya.

Baca juga: Raja Malaysia menjalani pengobatan kaki di rumah sakit
Baca juga: Malaysia pertama kali melaporkan nol kematian akibat COVID-19
 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden berkomitmen terus beri subsidi meskipun fiskal berat

Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2024