Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Warga Dusun Lhok Pungki gelar "meugang" di pengungsian jelang Ramadhan

Senin, 16 Februari 2026 22:43 WIB
Image Print
Warga Dusun Lhok Pungki Desa Gunci mengolah daging dalam acara tradisi meugang menjelang bulan Ramadhan 1447 H di dapur bersama hunian darurat Kecamatan Sawang, Aceh Utara, Aceh, Senin (16/2/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Sawang, Aceh (ANTARA) - Warga Dusun Lhok Pungki yang berlokasi di Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, menggelar tradisi meugang menjelang perayaan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 di tenda pengungsian.

“Alhamdulillah, sekarang kami lagi masak daging sapi dari NGO Malaysia. Ini tradisi orang meugang,” ujar Kepala Dusun Lhok Pungki, Firmadi yang ditemui di Posko Pengungsi Dusun Lhok Pungki, Aceh Utara, Aceh, Senin.

Berdasarkan laman resmi pemerintah Aceh, tradisi meugang atau makmeugang merupakan tradisi memasak daging untuk dinikmati bersama keluarga, kerabat, hingga yatim piatu.

Tradisi meugang dilakukan oleh masyarakat seluruh Aceh untuk menyambut hari-hari besar suci umat Islam, yakni sebelum bulan Ramadhan (menjelang puasa), sebelum Idul Fitri, dan sebelum Idul Adha.

“Kami ada masak merah. Kami (memasak) sama-sama, gotong royong,” ujar Firmadi.

Masak merah adalah masakan khas Aceh yang biasanya dimasak pada saat meugang. Ciri khas dari masakan ini adalah rempah-rempah, seperti cabai kering, daun temurui atau daun kari, daun pandan, dan lain-lain.

Terkait dengan penyaluran bantuan pelaksanaan tradisi meugang oleh Presiden Prabowo Subianto, Firmadi menyampaikan telah menerima informasi tersebut. Berdasarkan informasi yang ia dengar, satu desa akan mendapat tiga lembu.

Adapun satu desa terdiri atas kurang lebih 760 kepala keluarga (KK), di sisi lain jumlah KK yang mengungsi dari Dusun Lhok Pungki terdapat 85 KK.

“Kami sudah dapat informasinya. Dia bagi lembunya tiga. Tiga lembu untuk satu kampung (desa),” ujar Firmadi.

Selain bantuan dari presiden, ia menyampaikan lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) juga mengirimkan bantuan daging meugang.

Oleh karenanya, Firmadi bersyukur bahwa untuk Ramadhan tahun ini, meskipun dilanda bencana, dirinya masih bisa melaksanakan tradisi meugang.

“Alhamdulillah kita untuk meugang ini masih bisa makan daging, walaupun daging bantuan. Tahun-tahun sebelumnya, kami bisa beli,” kata Firmadi.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Warga Dusun Lhok Pungki gelar "meugang" di pengungsian jelang Ramadhan



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026