
Dharma Jaya-Felcra Kerja Sama Pembibitan Sapi

Kuala Lumpur, (AntaraKL) - PD Dharma Jaya, badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta menandatangani kesepahaman bersama (MoU) dengan Felcra Berhad, badan usaha milik negara (BUMN) Malaysia dalam usaha pembibitan sapi yang akan dikembangkan di Australia Barat.
"Kerja sama itu mencakup pembibitan hingga penggemukan. Untuk pembibitan dilaksanakan di Australia, sedangan penggemukan diupayakan di Indonesia," kata Plt Direktur Utama PD Dharma Jaya, Kusuma Andika seusai penandatanganan kesepahaman tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (10/4).
Selain dengan Dharma Jaya, Felcra juga melaksanakan MoU dengan PT Agro Jabar yang akan menyediakan lahan untuk program penggemukan sapi di Indonesia.
Penandatangan MoU dari pihak Agro Jabar dilaksanakan oleh direktur utama, Syamsudin.
Menurut Andika, kerja sama ini sangat bagus dan bermanfaat bagi Indonesia, sebab selain pembibitan maka penggemukan sapinya bisa dilaksanakan di Tanah Air sehingga akan menambah ketersediaan ternak sapi potong di dalam negeri.
Andika menjelaskan ternak sapi yang dihasilkan nantinya telah memenuhi persyaratan halal karena dipelihara dan dijaga dengan baik mulai dari pakan ternak, pemeriksaan ternak, kebersihan ladang hingga nanti dalam proses pemotongannya termasuk akan dilengkapi sertifikat halal.
Sementara itu, proses pembibitan ternak sapi akan memanfaatkan peternakan Yakka Munga, Kimberley District, Australia Barat seluas 189.700 hektare.
Saat ini, seluas 30 ribu hektare sudah diperuntukkan pembibitan ternak sapi, sedangkan sebagian besar lahan yang ada akan digunakan untuk tanaman sebagai bahan baku pakan ternak seperti jagung dan lainnya.
Felcra Berhad menginginkan ladang jagung disana dapat digunakan untuk memasok pakan ternak untuk dalam dan luar negeri. Konsepnya adalah zero waste.
Untuk program pembibitan di Australia Barat tersebut, pihak Dharma Jaya akan mengirimkan sejumlah tenaga ahli bidang peternakan.
"Kami akan kirim tenaga ahli termasuk sejumlah dokter hewan ke Australia," ungkap Andika. (N. Aulia Badar/sh)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
