Jember (AntaraKL) - PT Kereta Api Daerah Operasi IX Jember meluncurkan lori wisata dengan trayek Kalibaru di Kabupaten Banyuwangi hingga Garahan, Kabupaten Jember, dengan jarak 17 kilometer yang menyajikan pemandangan alam indah agrowisata perkebunan kopi dan kakao di kawasan setempat.

"Lori wisata ini adalah awal inovasi dan kreativitas PT KAI yang berkolaborasi dengan daerah-daerah seperti Kabupaten Jember dan Banyuwangi untuk menghidupkan destinasi wisata di daerah yang bersangkutan," kata Direktur Keuangan PT KAI Didiek Hartantyo di sela-sela acara peluncuran lori wisata di Garahan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu.

Peresmian lori wisata itu juga dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kepala Kantor Pariwisata Jember Sandi Suwardi Hasan, jajaran forum pimpinan daerah Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), serta sejumlah pelaku wisata.

Menurutnya, PT KAI akan menghidupkan kembali sejumlah rel kereta yang sudah mati untuk pengembangan wisata di sejumlah daerah seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.

"Lori wisata ini merupakan awal, sehingga kami akan melakukan survei terhadap rel-rel yang sudah mati untuk melihat peluang ekonomisnya apabila dihidupkan kembali," katanya.

Jalur lori wisata yang dilewati yakni perkebunan kopi dengan pabrik pengolahannya milik PTPTN XII, dua terowongan, dan tujuh jembatan yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda.

"Lori wisata yang digagas Daop IX Jember itu terinspirasi dengan melihat geliat pariwisata di dua kabupaten yang kini mengalami perkembangan yang cukup pesat," ujarnya.

Dua terowongan yang menjadi jalur utama kereta api Jember- Banyuwangi yang berada di Mrawan dan Garahan cukup menarik minat wisatawan untuk melihat lebih dekat salah satu terowongan kereta api terpanjang di Indonesia.

Terowongan yang memisahkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi tersebut (Mrawan) dibangun sekitar tahun 1910 oleh pemerintah Belanda dengan panjang 690 meter yang merupakan salah satu terowongan terpanjang di Indonesia.

Selain melintasi terowongan, lori wisata itu juga melintasi tujuh jembatan sepanjang Kalibaru-Garahan, namun satu jembatan memiliki ketinggian 43 meter dengan panjang 178 meter.

Sementara Kepala Kantor Pariwisata Jember Sandi Suwardi Hasan menyambut baik lori wisata yang diluncurkan PT KAI Daop IX, sehingga bisa mengembangkan destinasi wisata di Jember yang kaya akan perkebunan.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan lori wisata tersebut merupakan bentuk kolaborasi PT KAI yang mendukung upaya pengembangan wisata di Kabupaten Banyuwangi, sehingga harus dicoba karena terdapat wisata edukasi dan wisata sejarah.


Pewarta : .
Editor :
Copyright © ANTARA 2024