Kuala Lumpur (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L P Marsudi pada Rabu (19/10) meresmikan gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru yang baru selesai direnovasi.

Konsul Jenderal Republik Indonesia Sigit S Widiyanto di Johor Bahru, Kamis, mengatakan dirinya mendampingi  Retno saat peresmian yang ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti tersebut.

Ikut hadir menyaksikan peresmian tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Cecep Herawan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Hermono, Kepala Biro Dukungan Strategis Pimpinan Kemlu Achmad Rizal Purnama, serta segenap jajaran staf KJRI Johor Bahru.

Sigit dalam laporannya saat peresmian mengatakan bahwa proses pembangunan gedung KJRI Johor Bahru yang dimulai pada 21 Mei 2018 dengan pembelian tanah seluas 5.500 meter.

Selanjutnya pada 1 Desember 2019 proses pembangunan ruang pelayanan, tempat singgah sementara (TSS) dan gedung perkantoran mulai dilakukan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Konjen RI Johor Bahru Sunarko yang saat itu menjabat
 

Menteri Luar Negeri Retno L P Marsudi (depan kedua kiri) foto bersama Sekjen Kementerian Luar Negeri Cecep Herawan (depan kiri), Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono (depan kedua kanan) dan Konjen RI Johor Bahru Sigit S Widiyamto (depan kanan) foto bersama jajaran KJRI Johor Bahru usai meresmikan gedung KJRI di Johor Bahru, Malaysia, Rabu (19/10/2022). (ANTARA/HO-KJRI Johor Bahru)


Sementara itu pada 2021, Duta Besar RI untuk Malaysia melakukan peresmian pembangunan gedung Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB).

Perombakan total dan pembangunan gedung KJRI Johor Bahru, menurut Sigit, dilakukan secara bertahap agar pelayanan publik, pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI), operasional kantor dan penyelenggaraan kegiatan belajar SIJB tetap berjalan normal.

Penyelesaian pembangunan gedung KJRI Johor Bahru secara keseluruhan yang ditargetkan selesai pada Juni 2022, akhirnya mengalami kemunduran selama 129 hari karena pandemi COVID-19. 

Saat ini, ia mengatakan gedung KJRI Johor Bahru telah berfungsi maksimal dengan fasilitas cukup lengkap. Ruang pelayanan publik KJRI telah dilengkapi dengan ruang menyusui, area bermain, mushola, kantin dan toilet disabilitas.

TSS KJRI Johor Bahru dapat menampung 40 orang perempuan dan 20 orang laki-laki WNI yang sedang menghadapi persoalan di Malaysia, selain juga memiliki ruangan khusus isolasi bagi WNI yang sakit.

Baca juga: KJRI Johor Bahru dan UM Palembang bekerja sama fasilitasi pendidikan anak PMI

Sementara itu, Sigit mengatakan gedung SIJB yang terdiri dari 18 kelas untuk siswa SD dan SMP dilengkapi dengan perpustakaan, ruang musik, sanggar, aula olahraga serta lab komputer dan IPA.

Setelah meresmikan gedung KJRI Johor Bahru, Retno beserta rombongan melakukan peninjauan bangunan gedung dan fasilitas yang tersedia bagi WNI.

Ia juga sempat meninjau kegiatan pelayanan masyarakat di loket keimigrasian untuk pembuatan paspor, surat perjalanan laksana paspor (SPLP), visa, affidavit dan loket kekonsuleran yang melayani pengesahan dokumen, pelayanan pelindungan dan pengaduan masyarakat.

Selain itu, menurut Sigit, Menlu juga berkesempatan untuk mengunjungi TSS KJRI dan berinteraksi dengan 12 WNI perempuan penghuni TSS yang saat ini sedang menunggu penyelesaian kasus hukumnya.

Sementara itu, di Gedung SIJB,  Retno meninjau kegiatan belajar mengajar dengan mengunjungi siswa di kelas, di aula olahraga, perpustakaan dan menandatangani plakat motivasi untuk siswa-siswi sekolahan tersebut.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menlu Retno resmikan gedung KJRI Johor Bahru

Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2024