KTT ASEAN hasilkan dua dokumen penting bidang ketenagakerjaan
Sabtu, 9 September 2023 14:17 WIB
Arsip Foto - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (ANTARA/HO-Kemnaker)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 menghasilkan dua dokumen penting di bidang ketenagakerjaan.
Kedua dokumen yang dimaksud yakni Pedoman tentang Pelindungan Pekerja Migran dan Keluarganya pada Situasi Krisis serta Dokumen Panduan Deklarasi ASEAN tentang Peningkatan Daya Saing, Ketahanan, dan Ketangkasan Pekerja untuk Masa Depan Pekerjaan.
"Kedua guidelines (panduan) ini adalah bukti konkret bahwa ASEAN memiliki pandangan yang sama untuk memajukan kawasan dan menjadikan ASEAN sebagai epicentrum of growth (episentrum pertumbuhan)," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Sabtu.
Ida mengemukakan, pedoman pelindungan pekerja migran dan keluarganya dalam ASEAN Guideline on Protection of Migrant Workers and Family Members in Crisis Situations sangat diperlukan mengingat jumlah pekerja migran di kawasan ASEAN mencapai tujuh juta orang.
"Jumlah tersebut tentunya memberikan dampak besar bagi perekonomian dan kemajuan di kawasan ASEAN," katanya.
Kontribusi penting para pekerja migran bagi kawasan, menurut dia, mendorong ASEAN menyusun pedoman untuk melindungi mereka dan keluarga mereka dalam situasi krisis.
"Pedoman ini diperlukan untuk memperkuat ketahanan pekerja migran dan keluarganya dalam konteks kesiapsiagaan dari kondisi krisis, baik itu berupa respons maupun pemulihan dari krisis," kata Ida.
Sementara itu, Guidance Document of the ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience, and Agility of Workers for Future of Work antara lain meliputi harmonisasi dan pengakuan keterampilan, produktivitas tenaga kerja, pengembangan bisnis dan kewirausahaan pemuda, dan hubungan industrial.
Panduan tersebut juga mencakup pelindungan sosial, layanan ketenagakerjaan publik dan kebijakan pasar tenaga kerja yang adaptif, pemanfaatan Internet of Things (IoT), serta peningkatan pertukaran pengetahuan dan penguatan kemitraan ASEAN.
"Panduan ini adalah konsep transisi yang adil, yang mendukung peralihan menuju perekonomian yang berkelanjutan dan adil dalam menghadapi dinamika tantangan ketenagakerjaan seperti dampak pandemi dan digitalisasi," demikian Ida Fauziyah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KTT ASEAN hasilkan dua dokumen penting di bidang ketenagakerjaan
Kedua dokumen yang dimaksud yakni Pedoman tentang Pelindungan Pekerja Migran dan Keluarganya pada Situasi Krisis serta Dokumen Panduan Deklarasi ASEAN tentang Peningkatan Daya Saing, Ketahanan, dan Ketangkasan Pekerja untuk Masa Depan Pekerjaan.
"Kedua guidelines (panduan) ini adalah bukti konkret bahwa ASEAN memiliki pandangan yang sama untuk memajukan kawasan dan menjadikan ASEAN sebagai epicentrum of growth (episentrum pertumbuhan)," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Sabtu.
Ida mengemukakan, pedoman pelindungan pekerja migran dan keluarganya dalam ASEAN Guideline on Protection of Migrant Workers and Family Members in Crisis Situations sangat diperlukan mengingat jumlah pekerja migran di kawasan ASEAN mencapai tujuh juta orang.
"Jumlah tersebut tentunya memberikan dampak besar bagi perekonomian dan kemajuan di kawasan ASEAN," katanya.
Kontribusi penting para pekerja migran bagi kawasan, menurut dia, mendorong ASEAN menyusun pedoman untuk melindungi mereka dan keluarga mereka dalam situasi krisis.
"Pedoman ini diperlukan untuk memperkuat ketahanan pekerja migran dan keluarganya dalam konteks kesiapsiagaan dari kondisi krisis, baik itu berupa respons maupun pemulihan dari krisis," kata Ida.
Sementara itu, Guidance Document of the ASEAN Declaration on Promoting Competitiveness, Resilience, and Agility of Workers for Future of Work antara lain meliputi harmonisasi dan pengakuan keterampilan, produktivitas tenaga kerja, pengembangan bisnis dan kewirausahaan pemuda, dan hubungan industrial.
Panduan tersebut juga mencakup pelindungan sosial, layanan ketenagakerjaan publik dan kebijakan pasar tenaga kerja yang adaptif, pemanfaatan Internet of Things (IoT), serta peningkatan pertukaran pengetahuan dan penguatan kemitraan ASEAN.
"Panduan ini adalah konsep transisi yang adil, yang mendukung peralihan menuju perekonomian yang berkelanjutan dan adil dalam menghadapi dinamika tantangan ketenagakerjaan seperti dampak pandemi dan digitalisasi," demikian Ida Fauziyah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KTT ASEAN hasilkan dua dokumen penting di bidang ketenagakerjaan
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kasus izin kerja TKA, KPK periksa Atase Ketenagakerjaan KBRI KL sebagai saksi
24 October 2025 18:44 WIB
Presiden Prabowo umumkan upah minimum nasional naik 6,5 persen untuk 2025
29 November 2024 18:01 WIB, 2024
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia percepat penyesuaian strategi diplomasi ketenagakerjaan
22 October 2024 20:20 WIB, 2024
Prabowo tunjuk Yassierli jadi Menaker dan Abdul Kadir Karding pimpin BP2MI
21 October 2024 7:18 WIB, 2024
Indonesia-Malaysia bentuk satgas percepat integrasi sistem penempatan pekerja migran
11 May 2024 21:58 WIB, 2024
Kemnaker maksimalkan peran 11 atase ketenagakerjaan layani pekerja migran Indonesia
18 December 2023 22:12 WIB, 2023
Menteri Ketenagakerjaan minta pekerja migran ikut promosikan pariwisata NTB
12 December 2023 16:31 WIB, 2023
Terpopuler - Kabar Migran
Lihat Juga
KJRI Johor bantu pulangkan 86 WNI, puluhan di antaranya dalam kondisi rentan
05 February 2026 16:20 WIB