Kualitas udara di Natuna kurang sehat
Minggu, 8 Oktober 2023 13:58 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di Gub Hasan Bastarai yang tertutup kabut asap di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatam, Sabtu (7/10/2023). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Natuna (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau menyatakan kualitas udara di daerah itu kurang sehat.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Natuna Harmidi saat dihubungi melalui sambungan telepon di Natuna, Ahad, mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh adanya kabut asap tipis di daerah itu.
"Hari ini polutan kita PM (Particulate Matter) 2.5
adalah 26.5 AQI US 81, kategori sedang," ucapnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan untuk masyarakat yang sensitif dengan asap diimbau untuk menggunakan masker.
"Tutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor," pinta Harmidi.
Ia menduga kabut asap tersebut kiriman dari Pulau Sumatera dan Kalimamtan.
"Dari satelit kita mendapat kiriman dari dua daerah itu," kata Harmidi.
Sementara itu warga Natuna Sri Dini Hariani mengatakan kabut asap yang menyelimuti daerah itu tidak mengganggu aktivitasnya.
Namun, ia bersama keluarganya tetap melakukan pembatasan aktivitas.
"Bagusnya kalau sudah begini pemerintah buat surat edaran biar warga tahu," saran Dini.
Dini menyebut saat ini kondisi keluarganya dalam keadaan baik.
"Tidak ada keluarga yang memiliki penyakit pernapasan," kata Dini.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Ranai Feriomex Hutagalung menyebutkan asap tersebut diduga berasal dari Kalimantan, sebab dari pemantauan yang dilakukan timnya, terdapat titik panas di wilayah Kalimantan.
"Kondisi angin yang bertiup dari tenggara membawa partikel-partikel kecil (asap)," sebut Feri.
Ia menerangkan suhu udara di Natuna saat ini sekitar 29-31 derajat Celcius dengan kelembaban udara 81-85 persen dan kecepatan angin tenggara sekitar 1-2 knot.
Sedangkan cuaca di Natuna berawan tebal dan terdapat guntur.
"Jarak pandang sekitar 6-8 km," tutur Feri.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Natuna Harmidi saat dihubungi melalui sambungan telepon di Natuna, Ahad, mengatakan kondisi tersebut disebabkan oleh adanya kabut asap tipis di daerah itu.
"Hari ini polutan kita PM (Particulate Matter) 2.5
adalah 26.5 AQI US 81, kategori sedang," ucapnya.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan untuk masyarakat yang sensitif dengan asap diimbau untuk menggunakan masker.
"Tutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor," pinta Harmidi.
Ia menduga kabut asap tersebut kiriman dari Pulau Sumatera dan Kalimamtan.
"Dari satelit kita mendapat kiriman dari dua daerah itu," kata Harmidi.
Sementara itu warga Natuna Sri Dini Hariani mengatakan kabut asap yang menyelimuti daerah itu tidak mengganggu aktivitasnya.
Namun, ia bersama keluarganya tetap melakukan pembatasan aktivitas.
"Bagusnya kalau sudah begini pemerintah buat surat edaran biar warga tahu," saran Dini.
Dini menyebut saat ini kondisi keluarganya dalam keadaan baik.
"Tidak ada keluarga yang memiliki penyakit pernapasan," kata Dini.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Ranai Feriomex Hutagalung menyebutkan asap tersebut diduga berasal dari Kalimantan, sebab dari pemantauan yang dilakukan timnya, terdapat titik panas di wilayah Kalimantan.
"Kondisi angin yang bertiup dari tenggara membawa partikel-partikel kecil (asap)," sebut Feri.
Ia menerangkan suhu udara di Natuna saat ini sekitar 29-31 derajat Celcius dengan kelembaban udara 81-85 persen dan kecepatan angin tenggara sekitar 1-2 knot.
Sedangkan cuaca di Natuna berawan tebal dan terdapat guntur.
"Jarak pandang sekitar 6-8 km," tutur Feri.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR yakinkan warga untuk mengungsi karena Gunung Ruang masih keluar asap
20 April 2024 6:39 WIB, 2024
Presiden Jokowi: Karhutla masih bisa dikendalikan dengan baik dibanding 2015
08 October 2023 13:57 WIB, 2023
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Pemkab Aceh Barat Daya sediakan beasiswa untuk mencetak 100 penghafal Al Quran
21 February 2026 23:01 WIB
Indonesia perkuat diplomasi budaya lewat Asia Pacific Film Festival Swiss
11 February 2026 11:03 WIB
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB