Wapres harap layanan "fast track" jamaah haji Indonesia dapat diperluas
Jumat, 31 Mei 2024 14:32 WIB
Wapres Ma'ruf Amin saat meninjau layanan "fast track" jamaah haji di Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2024). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Wapres.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengharapkan layanan fast track jamaah haji dapat diperluas ke lebih banyak bandara di Indonesia pada tahun mendatang.
Hal itu disampaikan Wapres saat memberikan keterangan pers usai meninjau layanan fast track di Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Jumat.
"Kita harapkan nanti tahun depan itu bukan hanya tiga bandara -embarkasi-, bisa ditambah lagi," kata Wapres sebagaimana keterangan Biro Pers Sekretariat Wapres yang diterima di Jakarta, Jumat.
Wapres pun mengapresiasi atas perlakuan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.
"Satu-satunya negara yang dapat tiga tempat, tiga embarkasi, itu Indonesia. Ini perlakuan istimewa dari pemerintah Saudi Arabia, dari sana diberi tiga, Jakarta, Surabaya, dan Solo, itu hanya Indonesia. Ini karena hubungan Indonesia dengan Saudi Arabia yang begitu akrab dan begitu mesra sehingga kita diberi -perlakuan- istimewa," ujar Wapres.
Lebih lanjut, Wapres juga menyoroti keuntungan dari adanya fasilitas fast track tersebut, yang memungkinkan proses pemeriksaan jamaah haji dilakukan dengan cepat di Indonesia sehingga mengurangi kelelahan yang biasanya dialami jamaah saat tiba di Jeddah, Arab Saudi.
Proses pemeriksaan yang biasanya memakan waktu lima jam di Jeddah, kini hanya memakan waktu lima menit di Indonesia.
"Kalau diperiksa di Jeddah, selain lelah setelah 13 jam -atau- setelah 9 jam -penerbangan- ke sana, kemudian diperiksa 5 jam, antre itu tetapi di sini hanya memakan waktu 5 menit paling lama. Bayangkan, kemudahan ini luar biasa ini," ungkap Wapres.
Sementara soal lamanya waktu tunggu masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji, Wapres mengungkapkan Pemerintah Indonesia terus berupaya meminta tambahan kuota jamaah haji kepada Pemerintah Arab Saudi.
Ia mengatakan, tidak hanya tambahan 20 ribu kuota, tetapi lebih dari itu. Hal itu disebabkan waktu menunggu keberangkatan haji bisa sampai 50 tahun.
"Insya Allah katanya -Pemerintah Arab Saudi- akan diberikan pertimbangan itu," kata Wapres.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengungkapkan komitmen kedua negara dalam meningkatkan pelayanan ibadah haji sehingga bertambah baik dari tahun ke tahun.
"Dan itu juga pelayanan kesehatan di -Arab- Saudi juga tambah baik, perumahan juga. Itulah usaha dari pemerintah kita dalam rangka memperbaiki pelayanan haji," katanya.
Mendampingi Wapres dalam keterangan pers tersebut, yakni Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Mudi, Komite Pengawas Inisiatif, Direktur Jenderal Paspor Arab Saudi Letnan Jenderal Sulaiman bin Abdulaziz Al Yahya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wapres harap layanan "fast track" jamaah haji Indonesia diperluas
Hal itu disampaikan Wapres saat memberikan keterangan pers usai meninjau layanan fast track di Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), Jumat.
"Kita harapkan nanti tahun depan itu bukan hanya tiga bandara -embarkasi-, bisa ditambah lagi," kata Wapres sebagaimana keterangan Biro Pers Sekretariat Wapres yang diterima di Jakarta, Jumat.
Wapres pun mengapresiasi atas perlakuan istimewa dari Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia.
"Satu-satunya negara yang dapat tiga tempat, tiga embarkasi, itu Indonesia. Ini perlakuan istimewa dari pemerintah Saudi Arabia, dari sana diberi tiga, Jakarta, Surabaya, dan Solo, itu hanya Indonesia. Ini karena hubungan Indonesia dengan Saudi Arabia yang begitu akrab dan begitu mesra sehingga kita diberi -perlakuan- istimewa," ujar Wapres.
Lebih lanjut, Wapres juga menyoroti keuntungan dari adanya fasilitas fast track tersebut, yang memungkinkan proses pemeriksaan jamaah haji dilakukan dengan cepat di Indonesia sehingga mengurangi kelelahan yang biasanya dialami jamaah saat tiba di Jeddah, Arab Saudi.
Proses pemeriksaan yang biasanya memakan waktu lima jam di Jeddah, kini hanya memakan waktu lima menit di Indonesia.
"Kalau diperiksa di Jeddah, selain lelah setelah 13 jam -atau- setelah 9 jam -penerbangan- ke sana, kemudian diperiksa 5 jam, antre itu tetapi di sini hanya memakan waktu 5 menit paling lama. Bayangkan, kemudahan ini luar biasa ini," ungkap Wapres.
Sementara soal lamanya waktu tunggu masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji, Wapres mengungkapkan Pemerintah Indonesia terus berupaya meminta tambahan kuota jamaah haji kepada Pemerintah Arab Saudi.
Ia mengatakan, tidak hanya tambahan 20 ribu kuota, tetapi lebih dari itu. Hal itu disebabkan waktu menunggu keberangkatan haji bisa sampai 50 tahun.
"Insya Allah katanya -Pemerintah Arab Saudi- akan diberikan pertimbangan itu," kata Wapres.
Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengungkapkan komitmen kedua negara dalam meningkatkan pelayanan ibadah haji sehingga bertambah baik dari tahun ke tahun.
"Dan itu juga pelayanan kesehatan di -Arab- Saudi juga tambah baik, perumahan juga. Itulah usaha dari pemerintah kita dalam rangka memperbaiki pelayanan haji," katanya.
Mendampingi Wapres dalam keterangan pers tersebut, yakni Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Mudi, Komite Pengawas Inisiatif, Direktur Jenderal Paspor Arab Saudi Letnan Jenderal Sulaiman bin Abdulaziz Al Yahya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wapres harap layanan "fast track" jamaah haji Indonesia diperluas
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekda ungkap banjir bandang yang terjadi di Padang Panjang berbeda dari kejadian 2024
30 November 2025 9:58 WIB
KJRI Penang sambut antusias pembukaan rute penerbangan Jakarta-Penang oleh TransNusa
24 November 2025 19:00 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB