Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Istana perkuat peran ANTARA dalam ekosistem informasi global

Senin, 26 Januari 2026 15:50 WIB
Image Print
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, menyampaikan keterangan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/1/2026), seusai beraudiensi dengan Staf Khusus (Stafsus) Presiden bidang Komunikasi, Dirgayuza Setiawan, di Kantor Presiden RI, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta.

Jakarta (ANTARA) - Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA meneguhkan komitmennya untuk bertransformasi menjadi kantor berita berkelas global sekaligus aktor utama dalam ekosistem informasi negara.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi jajaran direksi ANTARA dengan Staf Khusus (Stafsus) Presiden bidang Komunikasi, Dirgayuza Setiawan, di Kantor Presiden RI, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

"Pertama, adalah dalam rangka memperlihatkan bahwa ANTARA sedang berbenah, sedang mempersiapkan diri untuk menjadi sebuah kantor berita yang benar-benar go global dan bisa menjadi suara dari masyarakat dan juga negara," kata Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar, seusai audiensi.

Ia mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi ANTARA untuk menunjukkan langkah pembenahan internal yang tengah dilakukan, sekaligus mematangkan strategi menuju peran yang lebih substantif, tidak sekadar sebagai penyampai berita.

“Bapak Presiden juga melalui Pak Staf Khusus meminta agar ANTARA mampu menempatkan dirinya tidak saja sebagai penyampai berita, tapi memberi makna baru tentang berita itu sendiri,” ujar Benny.

Menurutnya, Istana mendorong ANTARA agar mampu memposisikan diri sebagai aktor strategis dalam ekosistem informasi nasional, dengan menghadirkan program-program yang relevan, kontekstual, dan berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk dari daerah-daerah.

Dalam audiensi tersebut, ANTARA juga memaparkan strategi penguatan peran informasi daerah agar lebih bermanfaat bagi masyarakat lokal sekaligus memiliki resonansi di tingkat internasional.

Strategi tersebut, kata Benny, mendapat sambutan positif dari pihak Istana Kepresidenan, meski disertai sejumlah kritik konstruktif.

“Tapi, juga ada kritikan-kritikan yang perlu ANTARA benahi dan itu merupakan masukan yang luar biasa," katanya.

Ia menambahkan, Istana juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pemberitaan.

Menurut Benny, Direktur Pemberitaan ANTARA, Virgandhi Prayudantoro, mendapat mandat tidak hanya mengejar kuantitas produksi berita, tetapi juga kualitas dan kedalaman makna.

Selain itu, aspek organisasi ANTARA, termasuk efektivitas perwakilan di luar negeri dan daerah, turut menjadi perhatian dalam diskusi.

Menurut Benny, pertanyaan dan masukan tersebut relevan untuk memastikan keberadaan ANTARA tetap memberi nilai tambah di era disrupsi digital.

“Kemudian dari segi organisasi, kita juga dipertanyakan manfaat keberadaan di luar negeri dan juga di luar daerah. Dan ini, dalam sebuah tantangan digital seperti sekarang itu masukan sangat bagus," katanya.

Menanggapi penegasan Istana, Benny menyatakan ANTARA siap merespons dengan memperkuat peran pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi arah, harapan, dan menjadi alternatif rujukan dalam proses pengambilan keputusan.

“Berita yang disampaikan harus memberi arah, memberi harapan lebih bagus, dan juga menjadi sebuah alternatif dalam proses-proses pengambilan keputusan. Jadi, itu betul-betul sebuah interaksi yang bermakna bagi ANTARA,” demikian Benny.

Turut mendampingi Direktur Utama LKBN ANTARA dalam audiensi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, Direktur Pemberitaan ANTARA, Virgandhi Prayudantoro, Redaktur Pelaksana Sigit Pinardi, Direktur Komunikasi, Bisnis dan Teknologi Informasi Rachmat Hidayat, dan Kepala Redaksi Polhukam Imam Budilaksono.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Istana perkuat peran ANTARA dalam ekosistem informasi global



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026