
Malaysia pertahankan harga BBM RON 95 bersubsidi Rp8.623/liter

Kuala Lumpur (ANTARA) - Pemerintah Malaysia mempertahankan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis RON 95 di harga 1,99 ringgit atau setara Rp8.623 per liter.
Penetapan itu dilakukan meskipun harga minyak mentah global melebihi 100 dolar AS (Rp1,6 juta) per barel menyusul konflik di Asia Barat, demikian laporan BERNAMA, yang dikutip di Kuala Lumpur, Rabu.
Kementerian Keuangan Malaysia (MOF) menyatakan langkah tersebut bertujuan melindungi sektor rumah tangga, sementara harga bahan bakar di pasar disesuaikan secara bertahap sejalan dengan kenaikan global sejak akhir Februari.
MOF menyatakan bahwa meskipun harga bahan bakar domestik dipengaruhi oleh pergerakan harga internasional, pemerintah memilih untuk tidak sepenuhnya membebankan kenaikan tersebut kepada konsumen.
Disebutkan bahwa pemerintah Malaysia menanggung beban subsidi yang melebihi 3 miliar ringgit (Rp13 triliun) per bulan, untuk mempertahankan harga RON 95 bersubsidi ditambah harga solar senilai 2,15 ringgit (Rp9.317) per liter untuk transportasi umum dan sektor transportasi barang darat.
"Keputusan untuk mempertahankan subsidi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran persiapan perayaan Idul Fitri," demikian pernyataan tersebut.
Sejalan dengan perubahan harga bahan bakar global di bawah Mekanisme Penetapan Harga Otomatis (APM), Kementerian Keuangan Malaysia mengatakan harga eceran (non-subsidi) RON 97 untuk periode 19 hingga 25 Maret telah meningkat menjadi 4,55 ringgit (Rp19.718) per liter, dari 3,85 ringgit (Rp16.684) pada tanggal 18 Maret.
Harga solar non-subsidi di Semenanjung Malaysia juga naik menjadi 4,72 ringgit (Rp20.455) per liter, sementara harga RON 95 dan solar tanpa subsidi di Sabah, Sarawak, dan Labuan tetap tidak berubah, masing-masing sebesar 3,27 ringgit (Rp14.171) dan 2,15 ringgit (Rp9.317) per liter.
MOF menyatakan bahwa kenaikan harga minyak mentah dan produk petroleum global terbaru disebabkan oleh ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Asia Barat dan ketidakpastian pasokan yang terus berlanjut yang mempengaruhi pasar energi global.
"Meskipun Malaysia adalah negara penghasil minyak, produk-produk minyak bumi untuk penggunaan domestik masih dipasok dari pasar global. Oleh karena itu, harga bahan bakar domestik tetap dipengaruhi oleh pergerakan harga internasional," demikian pernyataan tersebut.
Sementara itu, MOF mengatakan lebih dari 400.000 kendaraan dari sektor transportasi umum dan barang darat, termasuk bus ekspres, taksi, truk, dan trailer, terus dilindungi di bawah skema subsidi yang ditargetkan seperti Sistem Kontrol Diesel Bersubsidi (SKDS) dan Sistem Kontrol Bensin Bersubsidi (SKPS).
Ditambahkan pula bahwa pemerintah Malaysia akan terus menerapkan pendekatan yang bijaksana dan bertanggung jawab dalam mengelola harga bahan bakar domestik di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut di pasar minyak global.
"Meskipun harga minyak global meningkat, harga bahan bakar di Malaysia tetap termasuk yang terendah di kawasan ini karena upaya pemerintah untuk mempertahankan sebagian subsidi guna melindungi masyarakat dan memastikan stabilitas ekonomi domestik," demikian pernyataan tersebut.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
