Kuala Lumpur (ANTARA) - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia dan Pengurus Cabang Istimewa Gerakan Pemuda Ansor Malaysia menyelenggarakan dialog kebangsaan "Peran dan Eksistensi NU di Malaysia" bersama mahasiswa KKN Internasional Universitas Islam Malang (Unisma) dan IAIN Bengkulu, Selasa.

Acara yang berlangsung di Hotel Adamson Kuala Lumpur tersebut dihadiri oleh Ketua Tanfidyah PCINU Malaysia Ustadz Ihyaul Lazib, Ketua PCI GP Ansor Malaysia Nur Alamin, Wasekjen PWNU Bengkulu Dr. Musmulyadi, M.Pd dan Pengurus LP Ma'arif PW NU Jatim Ustadz Yoyok Amiruddin, M.Pd.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars  Yalal Wathon kemudian forum langsung di serahkan kepada intelektual Muda NU Penang Malaysia Gus Arif Rahman yang bertindak sebagai moderator dialog kebangsaan tersebut.

Saat ceramah Musmulyadi menyampaikan salam dari PW NU Bengkulu dan mengatakan dengan adanya PCI NU Malaysia menjadikan umat Islam yang "rahmatan lilalamin" atau rahmat bagi sekalian alam di Malaysia.

"Kami berterimakasih kepada PCI NU Malaysia karena memberikan tempat dan waktu bagi para mahasiswa kami untuk bersilaturahim bersama dengan warga NU di Malaysia" ujar Ustadz Yoyok.

Pada kesempatan yang sama dia juga menyampaikan salam Rektor Unisma Prof. Dr. H. Masykuri, M.Si. kepada PCI NU Malaysia.

Acara kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ketua Tanfidyah PCI NU Malaysia Ustadz Ihyaul lazib.

Pada kesempatan tersebut dia menyampaikan motivasi kepada para mahasiswa Unisma dan IAIN Bengkulu.

"Apabila sudah lulus S1 kalian harus mengibarkan sayap jangan puas berjuang di daerah sendiri akan tetapi berjuanglah di daerah lain,"
ujarnya.

Sebelum dilanjutkan ceramah oleh Ketua GP Ansor Malaysia Nur Alamin para mahasiswa diajak untuk menyanyikan Mars Banser.

"'Wajib Ain' bagi para mahasiswa untuk memperjuangkan NU," katanya.

Dialog kebangsaan ditutup dengan penyerahan cindera mata dari Unisma yang diterima Ustadz Ihyaul Lazib dan ) dan PCI GP ANSOR Malaysia Nur Alamin.

Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2024