Jakarta (ANTARA) - Jangan berlebihan dalam menyantap makanan manis, selain bisa menimbulkan obesitas karena asupan kalori terlalu banyak, kebanyakan gula dapat mempengaruhi suasana hati hingga menyebabkan masalah pencernaan.
Dokter spesialis gizi klinik Marya Haryono menjelaskan asupan gula berlebihan dapat mengurangi jumlah bakteri baik dalam pencernaan.
Berdasarkan penelitian dari Oregon State University, Amerika pada 2013, ditemukan fakta bahwa bakteri jahat dalam usus berkembang pesat jika terus diberi asupan gula. Akibatnya, jumlah bakteri baik dalam usus berkurang dan pencernaan terganggu.
"Kesehatan pencernaan berpengaruh pada kesehatan tubuh secara menyeluruh, seperti otak, jantung, sistem imunitas, kesehatan kulit, berat badan, ketersediaan hormon, kemampuan menyerap nutrisi, perkembangan sel kanker bahkan mood," ujar Marya di peluncuran "Heavenly Blush Tummy Yogurt Tinggi Serat", Jakarta, Rabu.
Suasana hati bisa ikut terpengaruh karena hormon serotonin, yang mengatur mood dan tidur, itu diproduksi dalam pencernaan. Saat pencernaan tak baik, seseorang bisa mengalami gangguan tidur, insomnia hingga kelelahan kronis.
Idealnya, harus ada komposisi tertentu bakteri baik dan bakteri jahat agar pencernaan sehat. Komposisinya tidak berimbang akan menimbulkan masalah pencernaan.
Terlalu banyak mengonsumsi gula juga meningkatkan risiko peradangan (inflamasi) dalam pencernaan. Bila berlangsung dalam waktu lama, salah satu akibat fatalnya adalah kanker.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga agar pencernaan selalu sehat, salah satunya membiasakan cara makan yang benar. Kunyahlah makanan sebanyak 32 kali sehingga nutrisi terserap lebih maksimal dan kerja pencernaan semakin ringan.
Jangan lupakan penting minum cukup banyak air demi keseimbangan flora bakteri baik dan mengurangi asupan makanan olahan, tinggi gula dan lemak.
"Bila kita merasa sering terpapar polusi dan menyantap makanan tinggi lemak dan gula, ada baiknya mengonsumsi tambahan makanan fermentasi atau bakteri probiotik seperti yoghurt," ujar Marya.
Heavenly Blush memperkenalkan produk baru berupa yoghurt tanpa gula tambahan untuk konsumen yang ingin mengurangi asupan gula dan menginginkan kesehatan pencernaan yang lebih baik.
"Kami menggunakan kultur bakteri asam laktat generasi terbaru sehingga hasil fermentasinya tidak begitu asam," kata Marketing Director PT Heavenly Nutrition Indonesia Ivonne Aryanti di peluncuran produk baru Heavenly Blush.
Ia berharap peluncuran varian yoghurt tanpa gula ini dapat dinikmati konsumen yang sedang mengurangi asupan gula agar pencernaan lebih lancar.
Kebanyakan konsumsi gula sebabkan masalah pencernaan
Jumat, 29 November 2019 6:01 WIB
Peluncuran Heavenly Blush Tummy Yogurt Drink Sugar Free di Jakarta, Rabu (27/11). (ANTARA/Nanien Yuniar)
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ahli gizi sebut gula dalam buah-buahan juga dapat meningkatkan berat badan
23 January 2024 11:57 WIB, 2024
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB