Presiden: Kader KAHMI hadir di berbagai bidang
Jumat, 15 Januari 2021 16:38 WIB
Tangkapan layar - Presiden RI Joko Widodo memberikan sambutan di acara pembukaan Rakornas III KAHMI Tahun 2021, melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, sebagaimana disaksikan dalam tayangan langsung Youtube MN KAHMI OFFICIAL, Jumat (15/1). (Rangga)
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyebut kader Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) hadir di berbagai bidang termasuk dalam kabinet Indonesia Maju.
"Termasuk di jajaran kabinet Indonesia Maju, ada Prof Mahfud MD, ada Prof Muhadjir Effendy, ada Pak Zainuddin Amali, ada Pak Syahrul Yasin Limpo, ada Pak Sofyan Djalil, ada Pak Suharso Monoarfa, ada adinda Bahlil Lahadalia dan yang lain-lainnya yang mungkin saya tidak ingat satu per satu," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat.
Presiden Jokowi menyampaikan hal itu melalui "video conference" saat membuka Rapat Koordinasi Nasional III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tahun 2021.
"Saya ingin menyampaikan rasa kagum saya kepada KAHMI, kadernya ada di mana-mana, menjadi pengusaha sukses banyak, ada di birokrasi, ada, di partai politik banyak, di lembaga negara juga banyak dan dipercaya mengisi banyak tugas-tugas strategis," tambah Presiden.
Dengan tersebarnya kader KAHMI di birokrasi, partai politik, lembaga negara, korporasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, media, hingga dunia usaha, Presiden berharap KAHMI dapat berperan besar dalam berbagai bidang.
"Terima kasih atas peran KAHMI memperkuat pilar-pilar kebangsaan yang menempatkan ke-Islaman dan ke-Indonesian yang saling melengkapi dan meneguhkan, yang mengokohkan kesatuan Indonesia yang majemuk, yang mendukung inovasi dan kemajuan Indonesia ke depan," ungkap Presiden.
Peran KAHMI dalam modernisasi dan moderasi dalam beragama, menurut Presiden, telah dicatat dalam sejarah.
"Pada tahun 1960-an KAHMI telah berperan sentral dalam pembaruan kehidupan beragama dan berbangsa yang menjadi jangkar kemajuan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin. Peran sentral ini yang kita harapkan harus terus diprioritaskan dalam kiprah KAHMI ke depan," tambah Presiden.
Presiden Jokowi berharap KAHMI mengembangkan terobosan di berbagai bidang utamanya dalam pengembangan SDM, pengembangan inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi dan pengembangan kewirausahaan dan terutama di kalangan generasi muda.
"Saya menyambut baik inisiatif KAHMI untuk mendirikan Universitas Insan Cita Indonesia, UICI, yang izinnya baru saja terbit. Lembaga pendidikan yang dirancang berbasis digital dengan program studi yang inovatif seperti program studi sains data, bisnis digital," ungkap Presiden.
Presiden Jokowi menilai UICI akan memperkaya inovasi pendidikan tinggi Indonesia.
"Inovasi-inovasi seperti ini yang harus banyak dilakukan agar kita mampu memenangkan kompetisi global yang semakin ketat dan sengit," kata Presiden.
"Termasuk di jajaran kabinet Indonesia Maju, ada Prof Mahfud MD, ada Prof Muhadjir Effendy, ada Pak Zainuddin Amali, ada Pak Syahrul Yasin Limpo, ada Pak Sofyan Djalil, ada Pak Suharso Monoarfa, ada adinda Bahlil Lahadalia dan yang lain-lainnya yang mungkin saya tidak ingat satu per satu," kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat.
Presiden Jokowi menyampaikan hal itu melalui "video conference" saat membuka Rapat Koordinasi Nasional III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tahun 2021.
"Saya ingin menyampaikan rasa kagum saya kepada KAHMI, kadernya ada di mana-mana, menjadi pengusaha sukses banyak, ada di birokrasi, ada, di partai politik banyak, di lembaga negara juga banyak dan dipercaya mengisi banyak tugas-tugas strategis," tambah Presiden.
Dengan tersebarnya kader KAHMI di birokrasi, partai politik, lembaga negara, korporasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, media, hingga dunia usaha, Presiden berharap KAHMI dapat berperan besar dalam berbagai bidang.
"Terima kasih atas peran KAHMI memperkuat pilar-pilar kebangsaan yang menempatkan ke-Islaman dan ke-Indonesian yang saling melengkapi dan meneguhkan, yang mengokohkan kesatuan Indonesia yang majemuk, yang mendukung inovasi dan kemajuan Indonesia ke depan," ungkap Presiden.
Peran KAHMI dalam modernisasi dan moderasi dalam beragama, menurut Presiden, telah dicatat dalam sejarah.
"Pada tahun 1960-an KAHMI telah berperan sentral dalam pembaruan kehidupan beragama dan berbangsa yang menjadi jangkar kemajuan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin. Peran sentral ini yang kita harapkan harus terus diprioritaskan dalam kiprah KAHMI ke depan," tambah Presiden.
Presiden Jokowi berharap KAHMI mengembangkan terobosan di berbagai bidang utamanya dalam pengembangan SDM, pengembangan inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi dan pengembangan kewirausahaan dan terutama di kalangan generasi muda.
"Saya menyambut baik inisiatif KAHMI untuk mendirikan Universitas Insan Cita Indonesia, UICI, yang izinnya baru saja terbit. Lembaga pendidikan yang dirancang berbasis digital dengan program studi yang inovatif seperti program studi sains data, bisnis digital," ungkap Presiden.
Presiden Jokowi menilai UICI akan memperkaya inovasi pendidikan tinggi Indonesia.
"Inovasi-inovasi seperti ini yang harus banyak dilakukan agar kita mampu memenangkan kompetisi global yang semakin ketat dan sengit," kata Presiden.
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan stafsus Jokowi dipilih Obama untuk dibimbing sebagai calon pemimpin global
27 September 2025 16:07 WIB
Presiden Prabowo perintahkan Panglima TNI dan Kapolri antar Jokowi pulang ke Solo
20 October 2024 22:05 WIB, 2024
Foto karya Presiden Jokowi dipamerkan dalam pameran foto ANTARA "Legasi Jokowi"
11 October 2024 22:55 WIB, 2024
Stafsus Presiden beri tanggapan soal gugatan Rizieq Shihab kepada Jokowi
07 October 2024 13:08 WIB, 2024
China menyoroti menguatnya hubungan bilateral di bawah Xi Jinping-Jokowi
20 September 2024 15:46 WIB, 2024
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB