
Rajapaksa mengaku lakukan semua langkah untuk cegah krisis Sri Lanka
Sabtu, 16 Juli 2022 16:40 WIB

Adalah keyakinan pribadi saya bahwa saya telah mengambil semua langkah yang mungkin untuk mengatasi krisis ini ...Kolombo (ANTARA) - Presiden Sri Lanka yang melarikan diri, Gotabaya Rajapaksa, mengaku telah melakukan semua langkah untuk mencegah krisis ekonomi yang menimpa negaranya.
Pekan lalu Rajapaksa kabur dari Sri Lanka di tengah gelombang protes anti pemerintah. Dia terbang ke Maladewa dan kemudian ke Singapura.
Dia telah mengirimkan surat pengunduran diri ke parlemen dan disetujui pada Jumat.
Parlemen Sri Lanka bertemu pada Sabtu untuk memulai proses pemilihan presiden baru.
Dhammika Dasanayake, sekretaris jenderal parlemen, secara formal membacakan surat pengunduran diri Rajapaksa, yang isi lengkapnya belum diungkapkan kepada publik.
Dalam suratnya, Rajapaksa mengatakan krisis keuangan Sri Lanka berakar dari salah urus ekonomi selama bertahun-tahun sebelum dia menjabat sebagai presiden.
Selain itu, pandemi COVID-19 secara drastis telah mengurangi kunjungan wisatawan dan devisa dari pekerja di luar negeri, katanya.
"Adalah keyakinan pribadi saya bahwa saya telah mengambil semua langkah yang mungkin untuk mengatasi krisis ini, termasuk mengundang anggota parlemen membentuk pemerintahan bersatu atau (dari) semua partai," kata Rajapaksa dalam suratnya.
Parlemen akan bertemu lagi pada Selasa untuk menerima pencalonan presiden. Pemungutan suara akan dilakukan pada Rabu.
Baca juga: PM Malaysia instruksikan KSM dan KDN selesaikan masalah MoU tenaga kerja Indonesia
Baca juga: Menkeu Zafrul sebut posisi keuangan Malaysia kuat
Pewarta : Anton Santoso
Editor:
Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2026
