Bank Mandiri jajaki buka kantor cabang baru di Kuala Lumpur

id Bank Mandiri

Kerjasama MIR dan RS IJN (Foto Rafi) (1)

"Kami memiliki 13 kantor remitansi tidak hanya di Kuala Lumpur tetapi juga di negara bagian. Dengan teknologi ini pembukaan cabang semakin berkurang dan kesempatan bisnis dengan antara orang Malaysia dan Indonesia lebih bagus lagi," katanya.
Kuala Lumpur, (Antara) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk siap menjajaki pembukaan kantor cabang penuh (full branch) di Kuala Lumpur Malaysia mengingat potensi bisnis yang saling menguntungkan kedua negara.

"Kami berharap Bank Mandiri bisa berekspansi pada level regional," kata Corporate Communication Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Ahmad Reza dengan didampingi Direktur Mandiri International Remittance, Wahyu Surahmat di Kuala Lumpur, Kamis.

Reza mengatakan pembukaan "full branch" juga bertujuan melayani para Tenaga Kerja Indonesia yang berada di luar negeri.

Menurutnya, Bank Mandiri sendiri sudah waktunya berekspansi ke level regional apalagi dengan aset lebih Rp1.038,7 triliun. Namun pihaknya saat ini masih menunggu izin pembukaan "full branch" dari pihak otoritas perbankan Indonesia dan negara tersebut. 
 
"Selama ini cabang luar negeri ada di Singapore, Hongkong, Shanghai, London, Cayman Island dan Timor Leste. Cuma semuanya bukan `full branch` hanya Timor Leste saja yang `full branch`," katanya.

Dengan banyaknya tenaga kerja Indonesia di Kuala Lumpur, ujar dia, sudah sepantasnya ada bank lokal nasional yang memiliki cabang di Malaysia atau negara lain seiring berkembangnya pebisnis di masing-masing negara.

Pada kesempatan tersebut CEO Mandiri International Remittance (MIR), Wahyu Surachmat mengatakan pihaknya kedepan akan melakukan perubahan model bisnis dari model konvensional dengan memakai cabang menjadi model digital.

"Pemain industri remitansi telah didorong oleh Bank Negara untuk melakukan inovasi digital. Ini yang mendorong kita pada tahun ini untuk membuat aplikasi sendiri berupa aplikasi remitansi," katanya.

Dengan aplikasi remitansi, ujar dia, pelanggan bisa melakukan transaksi sendiri melalui "mobile device"

Dengan teknologi yang semakin bagus harapannya biaya untuk transaki menjadi semakin murah

"Kita tahu kalau membuka cabang konvensional biayanya sangat tinggi sementara kalau bikin aplikasi biaya transaksi menjadi lebih murah lagi. Ini seharusnya dampak ke nasabah menjadi semakin bagus," katanya.

Dia mengatakan kalau teknologi semakin bagus maka roda ekonomi akan semakin cepat sehingga kita melihat potensi yang ada di Kuala Lumpur

"Kami memiliki 13 kantor remitansi tidak hanya di Kuala Lumpur tetapi juga di negara bagian. Dengan teknologi ini pembukaan cabang semakin berkurang dan kesempatan bisnis dengan antara orang Malaysia dan Indonesia lebih bagus lagi," katanya.

Pada kesempatan tersebut Reza juga mengenalkan terobosan baru Bank Mandiri yang dinamakan "mandol" atau mandiri online yang sudah memiliki "users" 7,9 juta kepada para TKI di Malaysia.

"Kalau saya melakukan transaksi pembayaran saya harus memakai internet banking dan pakai token. Kalau yang agak kecil nominalnya mungkin pakai mobile banking, transfer, beli pulsa, beli apa saja bisa," katanya.

Reza mengatakan dengan aplikasi "mandol" selain layanan single akses yang lebih mudah informasi keuangan nasabah juga lebih lengkap sehingga produk yang dimiliki mulai tabungan, depositt, kartu kredit, tabungan, pinjaman dan dapat diketahui dengan mudah.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar