Warga perbatasan tak sengaja kibarkan bendera Sarawak

id bendera sarawak, warga perbatasan

Ilustrasi bendera Sarawak (Foto ANTARA / Sarawak Voices)

"Kami tidak bermaksud melecehkan negara tetangga ataupun negara Indonesia, kami benar - benar tidak tahu kain itu ternyata bendera negara tetangga," ungkap Monik sambil mencium tangan Kapolres dan Dandim.

Putussibau, Kalbar, (AntaraKL) - Warga Dusun Kara'am, Desa Banua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, Kapuas Hulu Kalimantan Barat sempat mengibarkan bendera Sarawak Malaysia diatas tumpukan kayu api unggun untuk menyambut malam pergantian tahun. 

"Kami tidak tahu ternyata kain itu bendera Sarawak Malaysia, karena saya temukan di tumpukan pakaian lelong," kata warga Dusun Kara'an, Desa Banua Martinus, Kecamatan Embaloh Hulu, Monik Kulam (60) kepada Antara, di daerah setempat, Sabtu sore. 

Menurut Monik, kain yang ternyata bendera Sarawak Malaysia itu awalnya ditemukan saat membeli lelong (pakai bekas luar negeri) yang akan dijahitnya untuk bantal. 

Namun karena suka cita pemuda dan masyarakat setempat kain tersebut dipasang di puncak tumpukan kayu yang disusun untuk dijadikan api unggun menyambut malam pergantian tahun baru. 

Setelah mengetahui itu ternyata bendera Sarawak Malaysia, akhirnya warga setempat menurunkan bendera tersebut dan diserahkan kepada Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi dan Dandim 1206 Putussibau, Letkol Inf Muhammad Ibnu Subroto yang segera mendatangi daerah setempat. 

"Kami tidak bermaksud melecehkan negara tetangga ataupun negara Indonesia, kami benar - benar tidak tahu kain itu ternyata bendera negara tetangga," ungkap Monik sambil mencium tangan Kapolres dan Dandim. 

Hal senada juga dikatakan Ivan warga Desa Banua Martinus, bahwa masyarakat setempat tidak ada maksud dan tujuan lain. 

Oleh sebab itu mewakili warga setempat, Ivan menyampaikan permohonan maaf dihadapan Kapolres dan Dandim. 

Sementara itu, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi mengharapkan kejadian tersebut tidak terulang lagi, apalagi itu simbol negara tetangga. 

"Tidak apa - apa, jangan terulang lagi," kata Imam. 

Dihadapan masyarakat, Dandim 1206 Putussibau, Letkol Inf Muhammad Ibnu Subroto, juga mengatakan persoalan tersebut sangat sensitif apalagi itu bendera negara tetangga. 

Dikatakan Ibnu, melihat situasi masyarakat setempat tidak motif lain, murni ketidaktahuan bahwa kain tersebut ternyata bendera Sarawak - Malaysia. 

"Jadi warna bendera Sarawak itu menyerupai umbul - umbul warga setempat, karena kebetulan di daerah tersebut ada acara nikahan," jelas Ibnu. 

Meskipun demikian, kata Ibnu, Kecamatan Embaloh Hulu itu merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. 

"Jangan sampai ada ketersinggungan dari negara tetangga dan selama ini kita menjaga hubungan baik dengan negara Malaysia," ucap Ibnu. 

Dirinya mengimbau agar peristiwa tersebut jangan sampai terulang kembali, baik itu disengaja maupun tidak sengaja, selalu tumbuhkan semangat dan cinta Indonesia. 

Pantuan Antara di lapangan masyarakat setempat menyesal atas perbuatan tersebut, karena ketidaktahuan mereka (warga) atas dampak dari pemasangan bendera tersebut. 

Hingga saat ini situasi di lapangan aman dan kondusif, sedangkan bendera Sarawak - Malaysia itu saat ini diamankan di Polres Kapuas Hulu.

Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar