Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

KJRI Penang serahkan bantuan untuk sanggar bimbingan anak PMI

Rabu, 24 September 2025 19:12 WIB
Image Print
Konjen RI Penang Wanton Saragih (kemeja putih tengah) usai penyerahan bantuan kepada sanggar-sanggar bimbingan di Penang, Malaysia, Rabu (24/9/2025). (ANTARA/HO-KJRI Penang)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang menyerahkan bantuan kepada sanggar-sanggar bimbingan, yang merupakan sekolah informal bagi anak pekerja migran Indonesia, di wilayah kerja KJRI Penang, Malaysia, Rabu.

Konjen RI Penang Wanton Saragih mengatakan sanggar bimbingan yang mendapatkan bantuan yakni SB Permai Penang, SB Permai Kulim, SB AMI dan SB Al Rahman Penang.

"Pendidikan merupakan hak asasi manusia dan hal yang fundamental bagi warga negara, tidak terkecuali anak-anak dengan orang tua (PMI) yang berstatus tidak punya izin tinggal sah di Malaysia," kata Konjen Wanton dalam keterangan, yang dikutip di Kuala Lumpur, Rabu.

Konjen Wanton memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus SB atas dedikasi dan pengabdian mengelola SB. KJRI Penang menyatakan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan SB, termasuk melalui bantuan finansial untuk operasional.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dubes RI Kuala Lumpur dan Konjen Johor Bahru untuk mendorong bantuan lebih lanjut dari Pusat. Bersama kita wujudkan masa depan yang lebih cerah untuk anak-anak Indonesia," ujar Wanton.

Dalam acara penyerahan tersebut, Konjen RI Penang didampingi oleh Konsul I dan II Pensosbud. Acara penyerahan turut dihadiri oleh Pengurus DWP KJRI Penang.

Untuk diketahui keberadaan dan peran sanggar bimbingan begitu penting, dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang tidak memiliki dokumen resmi sehingga tidak dapat bersekolah di institusi pendidikan formal di Malaysia.

Dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Konjen RI Penang telah menyampaikan bahwa KJRI secara berkala memberikan dukungan kepada SB, baik dalam bentuk bantuan dana, sarana-prasarana, maupun koordinasi dengan pihak terkait.

Tidak hanya KJRI Penang, bantuan juga datang dari berbagai pihak seperti Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Kuala Lumpur, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di KBRI KL.

Bentuk bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan, seperti penyediaan peralatan belajar, perbaikan fasilitas, atau dukungan tenaga pengajar jika diperlukan.

Semua sanggar bimbingan yang telah terdaftar, dalam pelaksanaannya berada di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) KBRI Kuala Lumpur.

Atdikbud akan memberikan bantuan berupa buku/modul pembelajaran, ujian kesetaraan untuk memperoleh ijazah, dan pelatihan peningkatan kompetensi para guru sanggar bimbingan secara berkala.

Baca juga: Menjamin akses pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026