Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Ribuan warga Malaysia unjuk rasa di kedubes AS Kuala Lumpur

Kamis, 2 Oktober 2025 21:40 WIB
Image Print
Arsip - Polis Diraja Malaysia (PDRM) menjaga unjuk rasa di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (26/7/2025). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Ribuan warga Malaysia melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, guna mendesak AS menggunakan pengaruhnya atas Israel, untuk membebaskan relawan kemanusiaan Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), yang ditahan militer Israel.

Massa juga menyerukan agar AS mendesak Israel mengizinkan kapal kemanusiaan GSF menyalurkan bantuan bagi rakyat Gaza.

Massa turut menuntut Presiden AS Donald Trump untuk memastikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak mengganggu proses perdamaian yang sedang berlangsung.

Seperti dilaporkan BERNAMA, pejabat kedutaan AS menolak mengirimkan perwakilan untuk menerima tuntutan tersebut, dengan alasan keamanan, tetapi memastikan bahwa tuntutan tersebut akan diambil kemudian.

Unjuk rasa diperkirakan diikuti lebih dari 5.000 peserta, yang mencerminkan solidaritas rakyat Malaysia terhadap perjuangan Palestina, terlepas dari latar belakang politik atau agama.

Sekretaris politik Perdana Menteri Malaysia, Muhammad Kamil menekankan bahwa masalah Palestina melampaui politik partisan.

"Dalam masalah Gaza, kita semua harus mengesampingkan perbedaan politik, ras, atau agama, karena ini menyangkut keadilan dan kemanusiaan.

"Atas dasar itu, semua pihak harus bersatu mendukung setiap upaya, termasuk yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia," kata Kamil.

la mengatakan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga memainkan peran penting melalui keterlibatan dengan para pemimpin dunia untuk memastikan keselamatan para relawan yang terlibat dalam misi tersebut.

Aksi unjuk rasa diperkirakan akan berlanjut Jumat (3/10) dengan jumlah massa yang diperkirakan akan lebih banyak.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026