Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

PM Malaysia soroti bentrokan terbaru Kamboja-Thailand di perbatasan

Senin, 8 Desember 2025 14:32 WIB
Image Print
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menunjukan deklarasi damai yang ditandatangani keduanya, disaksikan PM Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden AS Donald Trump, di sela KTT Ke-47 ASEAN, 26 Oktober 2025 lalu. (ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Anwar Ibrahim

"Saya sangat prihatin dengan laporan bentrokan bersenjata antara pasukan Kamboja dan Thailand di sepanjang perbatasan kedua negara. Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban tewas atau luka-luka," ujar Anwar dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Senin (12/8).Anwar dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Senin (12/8).

Oktober lalu, pemimpin Kamboja dan Thailand menandatangani perjanjian damai di sela-sela KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, yang disaksikan langsung oleh Anwar selaku Ketua ASEAN saat itu dan Presiden AS Donald Trump.Anwar selaku Ketua ASEAN saat itu dan Presiden AS Donald Trump.

Anwar menyatakan bahwa bentrokan terbaru berisiko mengikis upaya untuk menstabilkan hubungan antara kedua negara tetangga.Anwar menyatakan bahwa bentrokan terbaru berisiko mengikis upaya untuk menstabilkan hubungan antara kedua negara tetangga.

Ia menekankan bahwa Thailand dan Kamboja adalah mitra dekat Malaysia dan anggota penting ASEAN.

Anwar mendesak kedua pihak untuk menahan diri, menjaga saluran komunikasi tetap terbuka, dan memanfaatkan sepenuhnya mekanisme yang telah tersedia.Anwar mendesak kedua pihak untuk menahan diri, menjaga saluran komunikasi tetap terbuka, dan memanfaatkan sepenuhnya mekanisme yang telah tersedia.

"Malaysia siap mendukung langkah-langkah yang dapat membantu memulihkan ketenangan dan mencegah insiden lebih lanjut," kata Anwar.Anwar.

Ia menekankan bahwa ASEAN tidak dapat membiarkan perselisihan jangka panjang berkembang menjadi siklus konfrontasi.

Prioritas utama saat ini, kata Anwar, adalah menghentikan pertempuran, melindungi warga sipil, dan kembali ke jalur diplomatik sesuai dengan hukum internasional dan semangat bertetangga yang menjadi dasar ASEAN.Anwar, adalah menghentikan pertempuran, melindungi warga sipil, dan kembali ke jalur diplomatik sesuai dengan hukum internasional dan semangat bertetangga yang menjadi dasar ASEAN.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Antaranews.com dengan judul: PM Malaysia menyoroti bentrokan terbaru di perbatasan Kamboja-Thailand



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026