Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Megawati di forum Abu Dhabi: Pancasila-Trisakti kompas persaudaraan manusia

Rabu, 4 Februari 2026 07:14 WIB
Image Print
Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) memberikan paparan di forum Majelis Persaudaraan Manusia di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). ANTARA/HO-PDIP

Jakarta (ANTARA) - Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri memaparkan Pancasila sebagai kerangka kerja universal yang terbukti mampu mewujudkan perdamaian dan persatuan.

Hal tersebut disampaikan putri Presiden pertama RI Soekarno dalam forum Majelis Persaudaraan Manusia di Museum Nasional Zayed, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (3/2) waktu setempat.

Megawati menegaskan bahwa bagi Indonesia, persaudaraan manusia (human fraternity) bukanlah konsep baru, melainkan nilai yang telah mengakar dalam falsafah Pancasila.

Ia menjelaskan bahwa intisari dari lima sila yang termaktub di Pancasila adalah semangat gotong royong, sebuah kearifan lokal yang mampu menyatukan perbedaan di tengah realitas bangsa Indonesia yang berdiri di atas lebih dari 17.000 pulau dengan 1.300 etnis dan ratusan bahasa daerah.

Kunci kekokohan Indonesia, menurut Megawati, terletak pada Pancasila yang diposisikan bukan sekadar simbol, melainkan sebagai bintang penuntun – atau populer dikenal dengan sebutan leitstar, yang berasal dari bahasa Jerman.

"Pancasila berfungsi sebagai dasar berpijak dan bintang penuntun ke mana arah dan perjalanan bangsa Indonesia," ujar Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu pagi.

Ia turut mengutip pesan sang ayah, Proklamator Bung Karno, bahwa Indonesia didirikan bukan untuk satu golongan atau agama tertentu, melainkan dengan prinsip satu untuk semua dan semua untuk satu.

"Ayah saya, Bung Karno yang merupakan pendiri dan proklamator serta presiden pertama bangsa kami, menegaskan bahwa Indonesia bukan didirikan untuk satu golongan, satu agama, atau satu suku, melainkan 'satu untuk semua, semua untuk satu'. Prinsip inilah yang menjadi fondasi etik kepemimpinan nasional kami," urai Megawati.

Selain Pancasila, Megawati memperkenalkan ajaran Trisakti sebagai pilar untuk membangun bangsa yang bermartabat di mata dunia. Konsep ini mencakup tiga kedaulatan utama yang saling bertautan, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi, serta tetap teguh berkepribadian dalam kebudayaan Indonesia.

Menurutnya, kepemimpinan global masa depan harus berakar pada persaudaraan kemanusiaan yang melampaui batas negara dan agama.

Di tengah situasi dunia yang semakin terfragmentasi, Megawati menekankan bahwa keberagaman bukanlah penghalang melainkan kekuatan, sebagaimana tercermin dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Ketika kita menghadirkan nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian dalam seluruh ruang hidup, kepemimpinan tidak lagi semata soal jabatan, melainkan kontribusi nyata bagi peradaban global," tegas Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut.

Dalam forum yang menjadi rangkaian Zayed Award ini, turut hadir sejumlah tokoh dunia, antara lain Presiden Timor Leste Ramos Horta dan aktivis HAM India, Kailash Satyarthi, yang duduk bersebelahan dengan Megawati.

Mega hadir didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP Muhammad Prananda Prabowo, Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah, Dubes RI untuk UEA Judha Nugraha, serta Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi.

Forum ini juga dihadiri perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, sebagai organisasi pemenang Zayed Award 2024, saat Megawati bertindak sebagai dewan juri.

Majelis Persaudaraan Manusia ini menjadi salah satu pertemuan paling penting dalam kalender tahunan Penghargaan Zayed, yang mempertemukan para pemimpin perempuan dunia seperti Ibu Negara Libanon Nehmat Aoun hingga Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari untuk merumuskan jalan menuju perdamaian dunia melalui wawasan kepemimpinan yang inklusif.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Megawati di Abu Dhabi: Pancasila-Trisakti kompas persaudaraan manusia



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026