Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

PDB Malaysia kuartal empat capai 6,3 persen, didorong permintaan domestik

Minggu, 15 Februari 2026 10:15 WIB
Image Print
Ilustrasi - Sejumlah masyarakat Malaysia dan pelancong berfoto di jembatan ikonik Pintasan Saloma dengan latar belakang menara kembar Malaysia, di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (31/12/2025). ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga/am.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia pada kuartal keempat tahun 2025 mencapai 6,3 persen, naik dari perkiraan awal 5,2 persen, karena didorong oleh permintaan domestik yang kuat.

Kementerian Keuangan Malaysia dalam keterangan yang dikutip di Kuala Lumpur, Minggu menyatakan momentum tersebut mendorong pertumbuhan PDB keseluruhan Malaysia pada tahun 2025 menjadi 5,2 persen – naik dari PDB keseluruhan tahun sebelumnya 5,1 persen – dan melampaui proyeksi resmi pemerintah antara 4 persen dan 4,8 persen.

Dalam dua tahun berturut-turut, pemerintahan MADANI yang dipimpin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berhasil melampaui target defisit fiskal, dengan mencatat 3,7 persen pada tahun 2025 dibandingkan dengan proyeksi awal sebesar 3,8 persen. Adapun pada tahun 2024 target defisit fiskal Malaysia sebesar 4,1 persen.

Kementerian Keuangan Malaysia menyampaikan pada tahun 2026, perekonomian Negeri Jiran diperkirakan akan tetap berada pada jalur yang stabil yang didukung oleh permintaan domestik yang tangguh, konsumsi rumah tangga yang kuat, dan momentum investasi yang berkelanjutan.

Peningkatan aktivitas pariwisata seiring dengan Tahun Kunjungan Malaysia 2026, serta peningkatan upah minimum dan gaji pegawai negeri sipil juga diprediksi akan semakin memperkuat pengeluaran konsumen.

Sementara itu Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM/bank sentral Malaysia), Dato' Sri Abdul Rasheed Ghaffour, mengatakan, 'Perekonomian Malaysia tumbuh sebesar 5,2 persen pada tahun 2025, karena permintaan domestik yang kuat dan ekspor yang menguntungkan, melebihi kisaran perkiraan 4–4,8 persen.

"Momentum pertumbuhan ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2026, didukung oleh permintaan domestik dan ekspor yang tangguh," ujar Gubernur BNM.

Di sektor eksternal, ekspor Malaysia disebut terus menguat, terutama dipimpin oleh ekspor barang-barang listrik dan elektronik (E&E) yang lebih kuat. Pariwisata masuk dan jasa terkait teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga berkontribusi pada pertumbuhan ekspor jasa dan surplus dalam neraca transaksi berjalan.

Sedangkan impor tetap kuat didorong oleh pemulihan barang setengah jadi untuk mendukung aktivitas ekonomi dan barang-barang terkait modal produktif yang mencerminkan realisasi proyek investasi yang sedang berlangsung.

Sementara itu, dalam laporan kantor berita BERNAMA, PM Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa indikator makroekonomi yang kuat berdampak positif bagi rakyat, karena mendorong pencapaian tingkat pengangguran terendah sebesar 2,9 persen dalam lebih dari satu dekade dan tingkat inflasi yang rendah pada tahun 2025 sebesar 1,4 persen – turun dari 1,8 persen pada tahun 2024.

Anwar, yang juga menjabat sebagal Menteri Keuangan, mengatakan bahwa penghematan dari reformasi fiskal dapat dialokasikan kembali untuk program bantuan sosial seperti bantuan tunai dan bantuan sosial, di samping komitmen berkelanjutan pemerintah terhadap proyek infrastruktur publik yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026