
Malaysia dan India serukan penghentian perang di Timur Tengah

Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia dan India sepakat menyerukan penghentian segera peperangan di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat dan Iran, serta berdampak pada negara-negara Asia Barat.
Kesepakatan itu tercetus dalam dialog yang dilakukan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dengan Perdana Menteri India Narendra Modi melalui sambungan telepon, Kamis.
"Kami sepakat untuk menyerukan penghentian segera pertempuran serta menggalang upaya untuk menjunjung suara perdamaian, diplomasi, dan dialog yang konstruktif," kata Anwar dalam keterangannya, di Kuala Lumpur, Kamis, usai berdiskusi dengan PM Modi.
Anwar menyampaikan perbincangannya dengan Modi berfokus pada perkembangan terkini di Asia Barat yang semakin memburuk, terlebih di bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi waktu kedamaian dan ketenangan.
Anwar menyampaikan sikap tegas dan konsisten Malaysia dalam mengutuk pengeboman oleh Israel terhadap Iran yang didukung oleh Amerika Serikat.
"Kami juga sepakat bahwa Malaysia dan India harus bergandengan tangan untuk memperkuat suara kolektif di semua forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan BRICS," ujarnya.
Dia menekankan bahwa pada akhirnya, kerja sama yang solid menjadi semakin mendesak di tengah situasi ekonomi global yang suram, termasuk dampaknya terhadap ketahanan pangan.
"Insyaallah, Malaysia dan India akan terus memperkuat komitmen bersama demi perdamaian dunia," kata Anwar.
Pada kesempatan itu Anwar juga mengucapkan terima kasih kepada PM Modi atas ucapan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri kepada rakyat Malaysia.
Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Malaysia akan dirayakan pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
