IDB tertarik inisiatif IDI dirikan lembaga riset stem cell

id IDB,IDI,stemcell

Direktur IDB Regional Asia Tenggara, Kunrat Wirasubrata, Ketua Lembaga Riset PB IDI, Dr. Marhaen Hardjo Ph.D M.Biomed dan Humas IDI Makassar, Dr Wachyudi Muchsin SH (1)

"Program stem cell adalah yang paling utama. Stem cell saat ini semakin populer dan menarik perhatian masyarakat. Namun, pemahaman masyarakat akan metode tersebut masih minim. Ditambah lagi, banyak informasi seputar sel punca yang kurang tepat,"
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Islamic Development Bank (IDB) tertarik untuk memberikan kontribusi terhadap inisiatif Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mendirikan Lembaga Riset Stem Cell di Indonesia.

Direktur IDB Regional Asia Tenggara, Kunrat Wirasubrata mengemukakan hal itu usai menerima kunjungan Ketua Lembaga Riset PB IDI, Dr. Marhaen Hardjo Ph.D M.Biomed dan Humas IDI Makassar, Dr Wachyudi Muchsin SH di Kuala Lumpur, Senin.

"IDB saat ini meluncurkan program `transform` senilai 500 juta dolar Amerika Serikat untuk pendanaan bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi," ujar Kunrat.

Dia mengatakan, selama 42 tahun berdiri IDB sudah menyalurkan dana lebih dari 120 miliar dollar Amerika Serikat (AS) ke 57 negara-negara anggotanya, termasuk di Indonesia.

"IDB akan berupaya memberikan kontribusi untuk mewujudkan program PB IDI dalam bidang riset dan tekhnologi melalui koordinasi dengan perwakilan IDB di Indonesia," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Marhaen Hardjo juga menjelaskan tentang Muktamar Nasional IDI ke-30 yang digelar di Gedung Convention Hall, Kota Samarinda pada 23-28 Oktober 2018.

Muktamar dihadiri pengurus IDI dari 33 provinsi dan 412 pengurus kabupaten/kota dengan perkiraan peserta sekitar 2.500 - 3.000 orang.

Pada kesempatan tersebut akan dilakukan pengukuhan Ketua Umum Baru PB IDI, Dr. Daeng M. Fakih SH MH bersama pengurusnya untuk periode tiga tahun.

Salah satu program unggulan IDI dengan membentuk lembaga penelitian, di mana Dr. Marhaen Hardjo Ph.D M.Biomed sebagai Ahli Stem Cell Alumni Kedokteran Unhas diminta untuk memimpin lembaga penelitian dan publikasi PB IDI.

Terobosan program unggulan lembaga baru di PB IDI antara lain menerbitkan secara reguler majalah kedokteran Indonesia, menyelenggarakan pemberian penghargaan kepada proposal penelitian terbaik dan peneliti berprestasi di bidang kedokteran dan kerjasama penelitian di bidang klinikal trial.

"Program stem cell adalah yang paling utama. Stem cell saat ini semakin populer dan menarik perhatian masyarakat. Namun, pemahaman masyarakat akan metode tersebut masih minim. Ditambah lagi, banyak informasi seputar sel punca yang kurang tepat," kata Wachyudi Muchsin.

Dia mengatakan banyak masyarakat salah kaprah, keliru dalam memahami metode stem cell yang diperparah dengan gencarnya promosi penjualan produk dan jasa yang memanfaatkan kepopuleran stem cell untuk mengambil keuntungan pribadi.

"Dengan bantuan IDB akan menjadikan terapi stem cell ini di produksi massal sehingga bisa di pakai pengobatan seluruh lapisan masyarakat dengan asuransi BPJS," ujar Humas IDI Kota Makassar, Wachyudi.  (Alex Sariwating)

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar