Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Indonesia-Rusia bahas kerja sama energi secara konkret

Selasa, 14 April 2026 15:27 WIB
Image Print
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (kanan) saat pertemuan bilateral RI- Rusia di Istana Kremlin, Moskow, Rusia. (ANTARA/HO-Kementerian ESDM)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas kerja sama energi secara konkret dan berorientasi pada kepentingan nasional.

Berdasarkan keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa, kerja sama tersebut mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.

“Dalam jangka panjang, Indonesia turut membuka peluang kolaborasi di sektor energi bersih. Sebagai upaya yang diarahkan untuk mendukung diversifikasi energi,” ujar Bahlil.

Gejolak pasar energi global yang masih mengalami tekanan turut memberi dampak pada stabilitas pasokan energi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional, ia mengatakan pemerintah terus melakukan langkah-langkah strategis, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu negara produsen energi dunia.

Baca juga: Pakar perkirakan RI bisa beli minyak 59 dolar AS per barel dari Rusia

Bahlil menegaskan komitmennya dalam mengawal diplomasi energi guna menjaga stabilitas pasokan energi domestik. Hal itu disampaikan ketika mendampingi Presiden Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moscow, Rusia, Senin (13/4) waktu setempat.

Adapun fokus utama kerja sama mencakup upaya menjamin pasokan energi serta mendorong investasi di sektor energi.

“Kunjungan ini jadi momentum penting untuk memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil.

Bahlil menegaskan, pemerintah akan terus mengawal implementasi berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas agar segera terealisasi.

Baca juga: Bahlil dampingi Prabowo ke Rusia untuk amankan pasokan minyak

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan strategis dengan Rusia di sektor energi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional, terlebih dalam menghadapi gejolak geopolitik di dunia.

“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan, dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi. Sekali lagi saya terima kasih, diterima dalam waktu yang begitu singkat,” ujar Prabowo ketika bertemu Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moscow, Rusia.

Sementara itu, Putin menegaskan bahwa peluang kerja sama antara Rusia dan Indonesia selalu mengutamakan sektor-sektor strategis, terutama di sektor energi.

“Kedua negara bekerja sama secara sangat erat, berinteraksi dengan sangat baik di berbagai forum internasional. Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita,” kata Putin.

Adanya kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan ketahanan energi nasional serta mendukung stabilitas ekonomi kedua negara di tengah dinamika global.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia-Rusia bahas kerja sama energi secara konkret



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026