Raja Malaysia tidak punya pilihan selain menyetujui pembubaran Parlemen
Senin, 10 Oktober 2022 21:16 WIB
Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin dan Permaisuri Hajah Azizah Aminah Maimunah mengadakan lawatan khusus ke Inggris mulai Jumat (17/9) hingga Senin (27/9) mendatang. ANTARA Foto/Ho-Istana Negara (1)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah menyatakan kekecewaannya dengan perkembangan politik saat ini dan tidak punya pilihan selain menyetujui permintaan pembubaran Parlemen ke-14 yang berlaku mulai 10 Oktober 2022.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Datuk Ahmad Fadil Shamsuddin dalam akun Facebook Istana Negara, beberapa saat setelah Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengumumkan pembubaran Parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Malaysia, disebutkan bahwa Raja Malaysia telah setuju bertemu dengan Perdana Menteri pada Minggu (9/10) siang di Istana Negara.
Dalam sesi tatap muka yang tidak dijadwalkan mulai pukul 12.00 siang itu, Perdana Menteri telah mengajukan permintaannya untuk persetujuan Yang Mulia untuk pembubaran Parlemen ke-14 yang berlaku mulai 10 Oktober 2022.
Setelah menyempurnakan permintaan tersebut, Raja Malaysia sesuai dengan kekuasaannya sebagai Yang di-Pertuan Agong sebagaimana termuat dalam Pasal 40 (2) (b) dan Pasal 55 (20) Konstitusi Federal telah menyetujui permintaan pembubaran Parlemen ke-14 yang diajukan Perdana Menteri.
"Agong menyatakan kekecewaannya dengan perkembangan politik saat ini dan tidak punya pilihan selain menyetujui permintaan Perdana Menteri untuk mengembalikan mandat kepada rakyat untuk memilih pemerintahan yang stabil," kata Ahmad.
Oleh karena itu, ia mengatakan, Yang Mulia berharap agar Suruhjaya Pilihan Raya (SPR) atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia dapat menyelenggarakan Pemilihan Umum ke-15 (PRU 15) dalam waktu dekat, dengan mempertimbangkan Muson Timur Laut yang diperkirakan akan dimulai pada pertengahan November 2022.
"Yang Mulia menegaskan bahwa negara yang kuat penting untuk menjamin stabilitas politik dan kemakmuran ekonomi yang berkelanjutan untuk kesejahteraan negara dan rakyat secara keseluruhan," kata Ahmad.
Selain itu, ia mengatakan, Raja juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar negara dan masyarakat selalu diberkati, diberkati dan dilindungi dari segala bentuk musibah, terutama bencana banjir.
Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah saat ini sedang melakukan kunjungan khusus ke London, Inggris, selama tujuh hari dalam rangka kunjungan kehormatan kepada Raja Inggris.
Raja bersama Permaisuri Malaysia Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah berangkat ke London hingga 16 Oktober, dan dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III di Istana Buckingham pada 12 Oktober.
Pada hari yang sama, 12 Oktober 2022, ia mengatakan Agong dijadwalkan akan meresmikan Stasiun Janakuasa Battersea, yang merupakan proyek properti investasi ikonik Malaysia di London.
Kawasan properti mencapai luas 16,99 hektare (ha) itu dalam pembangunannya melibatkan usaha patungan antara Sime Darby Property, SP Setia Berhad, Kumpulan Wang Simpanan Pekerja dan Pemodalan Nasional Berhad sejak 2012, dengan nilai pengembangan bruto sembilan miliar pound atau 51,53 miliar ringgit (RM) atau sekitar Rp170,035 triliun.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Raja Malaysia tidak punya pilihan selain setujui pembubaran Parlemen
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Datuk Ahmad Fadil Shamsuddin dalam akun Facebook Istana Negara, beberapa saat setelah Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengumumkan pembubaran Parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Malaysia, disebutkan bahwa Raja Malaysia telah setuju bertemu dengan Perdana Menteri pada Minggu (9/10) siang di Istana Negara.
Dalam sesi tatap muka yang tidak dijadwalkan mulai pukul 12.00 siang itu, Perdana Menteri telah mengajukan permintaannya untuk persetujuan Yang Mulia untuk pembubaran Parlemen ke-14 yang berlaku mulai 10 Oktober 2022.
Setelah menyempurnakan permintaan tersebut, Raja Malaysia sesuai dengan kekuasaannya sebagai Yang di-Pertuan Agong sebagaimana termuat dalam Pasal 40 (2) (b) dan Pasal 55 (20) Konstitusi Federal telah menyetujui permintaan pembubaran Parlemen ke-14 yang diajukan Perdana Menteri.
"Agong menyatakan kekecewaannya dengan perkembangan politik saat ini dan tidak punya pilihan selain menyetujui permintaan Perdana Menteri untuk mengembalikan mandat kepada rakyat untuk memilih pemerintahan yang stabil," kata Ahmad.
Oleh karena itu, ia mengatakan, Yang Mulia berharap agar Suruhjaya Pilihan Raya (SPR) atau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malaysia dapat menyelenggarakan Pemilihan Umum ke-15 (PRU 15) dalam waktu dekat, dengan mempertimbangkan Muson Timur Laut yang diperkirakan akan dimulai pada pertengahan November 2022.
"Yang Mulia menegaskan bahwa negara yang kuat penting untuk menjamin stabilitas politik dan kemakmuran ekonomi yang berkelanjutan untuk kesejahteraan negara dan rakyat secara keseluruhan," kata Ahmad.
Selain itu, ia mengatakan, Raja juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar negara dan masyarakat selalu diberkati, diberkati dan dilindungi dari segala bentuk musibah, terutama bencana banjir.
Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah saat ini sedang melakukan kunjungan khusus ke London, Inggris, selama tujuh hari dalam rangka kunjungan kehormatan kepada Raja Inggris.
Raja bersama Permaisuri Malaysia Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah berangkat ke London hingga 16 Oktober, dan dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III di Istana Buckingham pada 12 Oktober.
Pada hari yang sama, 12 Oktober 2022, ia mengatakan Agong dijadwalkan akan meresmikan Stasiun Janakuasa Battersea, yang merupakan proyek properti investasi ikonik Malaysia di London.
Kawasan properti mencapai luas 16,99 hektare (ha) itu dalam pembangunannya melibatkan usaha patungan antara Sime Darby Property, SP Setia Berhad, Kumpulan Wang Simpanan Pekerja dan Pemodalan Nasional Berhad sejak 2012, dengan nilai pengembangan bruto sembilan miliar pound atau 51,53 miliar ringgit (RM) atau sekitar Rp170,035 triliun.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Raja Malaysia tidak punya pilihan selain setujui pembubaran Parlemen
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PDB Malaysia kuartal empat capai 6,3 persen, didorong permintaan domestik
15 February 2026 10:15 WIB
Malaysia bentuk komite selidiki dugaan kepemilikan saham ketua komisi antirasuah
14 February 2026 10:59 WIB
Menpora RI dan Malaysia bahas prestasi olahraga, dorong kekuatan Asia Tenggara
11 February 2026 2:02 WIB
Di hadapan Modi, Anwar: Komunitas India bagian penting dalam pembangunan Malaysia
07 February 2026 21:31 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Indonesia perkuat diplomasi budaya lewat Asia Pacific Film Festival Swiss
11 February 2026 11:03 WIB
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB