Malaysia mendeteksi dua kasus infeksi cacar monyet
Minggu, 27 Agustus 2023 13:09 WIB
Ilustrasi - Apoteker sukarelawan Foster Knutson mengisi jarum suntik dengan dosis vaksin cacar monyet dan cacar JYNNEOS selama klinik melalui Departemen Kesehatan Masyarakat Kabupaten Pima di Pusat Kesehatan Masyarakat Abrams di Tucson, Arizona, AS, 20 Agustus 2022. ANTARA/REUTERS/Rebecca Noble/pri.
Kuala Lumpur (ANTARA) - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) mengonfirmasi dua kasus positif infeksi mpox atau cacar monyet yang terjadi pada akhir Juli 2023 lalu.
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Muhammad Radzi Abu Hassan, dalam keterangan tertulis pada Minggu, mengatakan kasus pertama terkonfirmasi 26 Juli saat.
Saat itu, ujarnya, seorang warga negara asing (WNA) yang bekerja di Malaysia sejak April 2022 dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang banyak melaporkan kasus mpox.
WNA yang kembali ke Malaysia pada 10 Juli itu mulai bergejala pada 19 Juli dan lepuh mulai muncul pada 23 Juli 2023.
Pasien mpox tersebut menjalani isolasi dan keluar pada 10 Agustus setelah dinyatakan sembuh total tanpa komplikasi.
Kasus kedua merupakan warga lokal yang memiliki riwayat kontak dekat dengan pasien mpox pertama. Ia mengalami gejala saat berada di karantina.
Ia mengatakan pasien kedua mpox di Malaysia mulai menjalani karantina pada 27 Juli dan terkonfirmasi positif pada 29 Juli. Hingga Jumat (25/8), pasien tersebut masih menjalani isolasi dan dalam kondisi sehat.
Menurut Muhammad Radzi, semua kontak dari kasus pertama telah diidentifikasi dan status kesehatan mereka telah dilacak. Tidak ada dari mereka yang mengalami gejala infeksi mpox kecuali pasien yang merupakan kasus kedua.
Sedangkan untuk pasien kasus kedua, menurut dia, tidak memiliki kontak dekat.
KKM menyarankan semua wisatawan yang datang dari negara-negara yang melaporkan mpox untuk memantau status kesehatan mereka setiap hari, termasuk gejala infeksi mpox selama jangka waktu 21 hari sejak tanggal kedatangan di Malaysia.
Gejala mpox antara lain berupa demam, kelelahan, sakit kepala, dan ruam --yang dimulai pada wajah kemudian menyebar ke telapak tangan dan telapak kaki, diikuti ke bagian tubuh lainnya.
Penderita juga mungkin mengalami nyeri pada tubuh bagian belakang, kejang otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Malaysia menyiapkan 10 laboratorium yang menyediakan layanan tes deteksi mpox, terdiri dari delapan laboratorium pemerintah dan dua laboratorium swasta.
Mereka yang diduga terinfeksi diminta melapor dinas kesehatan terdekat melalui sistem e-notifikasi untuk penanganan lebih lanjut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia deteksi dua kasus infeksi cacar monyet
Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia Muhammad Radzi Abu Hassan, dalam keterangan tertulis pada Minggu, mengatakan kasus pertama terkonfirmasi 26 Juli saat.
Saat itu, ujarnya, seorang warga negara asing (WNA) yang bekerja di Malaysia sejak April 2022 dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang banyak melaporkan kasus mpox.
WNA yang kembali ke Malaysia pada 10 Juli itu mulai bergejala pada 19 Juli dan lepuh mulai muncul pada 23 Juli 2023.
Pasien mpox tersebut menjalani isolasi dan keluar pada 10 Agustus setelah dinyatakan sembuh total tanpa komplikasi.
Kasus kedua merupakan warga lokal yang memiliki riwayat kontak dekat dengan pasien mpox pertama. Ia mengalami gejala saat berada di karantina.
Ia mengatakan pasien kedua mpox di Malaysia mulai menjalani karantina pada 27 Juli dan terkonfirmasi positif pada 29 Juli. Hingga Jumat (25/8), pasien tersebut masih menjalani isolasi dan dalam kondisi sehat.
Menurut Muhammad Radzi, semua kontak dari kasus pertama telah diidentifikasi dan status kesehatan mereka telah dilacak. Tidak ada dari mereka yang mengalami gejala infeksi mpox kecuali pasien yang merupakan kasus kedua.
Sedangkan untuk pasien kasus kedua, menurut dia, tidak memiliki kontak dekat.
KKM menyarankan semua wisatawan yang datang dari negara-negara yang melaporkan mpox untuk memantau status kesehatan mereka setiap hari, termasuk gejala infeksi mpox selama jangka waktu 21 hari sejak tanggal kedatangan di Malaysia.
Gejala mpox antara lain berupa demam, kelelahan, sakit kepala, dan ruam --yang dimulai pada wajah kemudian menyebar ke telapak tangan dan telapak kaki, diikuti ke bagian tubuh lainnya.
Penderita juga mungkin mengalami nyeri pada tubuh bagian belakang, kejang otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Malaysia menyiapkan 10 laboratorium yang menyediakan layanan tes deteksi mpox, terdiri dari delapan laboratorium pemerintah dan dua laboratorium swasta.
Mereka yang diduga terinfeksi diminta melapor dinas kesehatan terdekat melalui sistem e-notifikasi untuk penanganan lebih lanjut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia deteksi dua kasus infeksi cacar monyet
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkes menyebut fatalitas Mpox di Indonesia rendah dan masih terkendali
26 August 2024 17:03 WIB, 2024
Malaysia tingkatkan pemantauan di pintu masuk internasional antisipasi infeksi mpox
19 August 2024 14:43 WIB, 2024
Karantina Entikong perketat antisipasi cacar monyet di PLBN RI-Malaysia
12 October 2022 17:18 WIB, 2022
Kemenkes umumkan kasus terkonfirmasi cacar monyet pertama dari Jakarta
20 August 2022 20:50 WIB, 2022
Sembilan kasus suspek cacar monyet yang dilaporkan di Malaysia terkonfirmasi negatif
26 July 2022 7:35 WIB, 2022
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Delegasi Universiti Malaysia kunjungi Unej Jatim perkuat jejaring internasional
18 June 2026 10:40 WIB