UNHCR dukung polisi ungkap dugaan penyelundupan Rohingya ke Aceh
Selasa, 12 Desember 2023 19:39 WIB
Pengungsi Rohingya berada di basement milik Balai Meseuraya Aceh (BMA) di Banda Aceh, Selasa (12/12/2023). (ANTARA/Khalis Surry)
Banda Aceh (ANTARA) - Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mendukung kepolisian di Provinsi Aceh mengungkap dugaan penyelundupan warga etnis Rohingya asal Myanmar ke daerah ini.
“Tidak masalah (dengan pemeriksaan polisi). Kita malah mendukung dan kita bantu penerjemahan kalau memang dibutuhkan,” kata Protection Associate UNHCR Indonesia Faisal Rahman di Banda Aceh, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Faisal menanggapi terkait penyidik Polresta Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga Rohingya yang kini masih berada di parkiran basement Balai Meseuraya Aceh (BMA) di Banda Aceh.
Mereka merupakan gelombang Rohingya yang baru mendarat di Pantai Blang Ulam Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu (10/12) sekitar pukul 05.30 WIB dengan jumlah sebanyak 137 orang.
Pascamendarat, rombongan Rohingya ini telah mengalami penolakan warga dari beberapa lokasi di Aceh, seperti wilayah Lamreh, Scout Camp Pramuka di Pidie, dan UPTD Rumoh Seujahtera Beujroh Meukarya Ladong Tuna Sosial di Aceh Besar, sehingga dibawa ke parkiran basement BMA.
Faisal menjelaskan UNHCR akan membantu proses penyelidikan oleh polisi untuk mengungkap dugaan sindikat penyeludupan manusia atau perdagangan orang (human trafficking) sehingga tidak menjadi masalah apabila pengungsi Rohingya itu diminta keterangan.
“Mungkin seperti yang sekarang beredar, kepolisian sedang mencoba membongkar apakah ada sindikat penyeludupan manusia di mana untuk kita, itu kemudian menjadi proteksi bagi mereka (Rohingya),” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap warga etnis Rohigya oleh kepolisian tersebut telah dilakukan sejak para pencari suaka mendarat di Pantai Blang Ulam Lamreh, Aceh Besar.
“Sejauh yang saya tahu barusan ada sekitar enam orang (diperiksa). Detailnya dari kepolisian, kita enggak membuat rekap. Dari kemarin pendaratan memang ada beberapa (diperiksa) yang ditemukan di luar area, kemudian diamankan dan dibawa ke polres, dan itu yang coba didalami informasinya,” ujarnya.
Hingga kini, kata Faisal, jumlah pengungsi etnis Rohingya di provinsi paling barat Indonesia itu sekitar 1.600 orang. Umumnya mereka belum memiliki penampungan yang layak dan tersebar di beberapa titik.
“Ada yang di Sabang, Banda Aceh, Pidie tiga titik, Lhokseumawe, dan Bireuen,” ujarnya.
“Tidak masalah (dengan pemeriksaan polisi). Kita malah mendukung dan kita bantu penerjemahan kalau memang dibutuhkan,” kata Protection Associate UNHCR Indonesia Faisal Rahman di Banda Aceh, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan Faisal menanggapi terkait penyidik Polresta Banda Aceh dalam beberapa hari terakhir melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warga Rohingya yang kini masih berada di parkiran basement Balai Meseuraya Aceh (BMA) di Banda Aceh.
Mereka merupakan gelombang Rohingya yang baru mendarat di Pantai Blang Ulam Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar pada Minggu (10/12) sekitar pukul 05.30 WIB dengan jumlah sebanyak 137 orang.
Pascamendarat, rombongan Rohingya ini telah mengalami penolakan warga dari beberapa lokasi di Aceh, seperti wilayah Lamreh, Scout Camp Pramuka di Pidie, dan UPTD Rumoh Seujahtera Beujroh Meukarya Ladong Tuna Sosial di Aceh Besar, sehingga dibawa ke parkiran basement BMA.
Faisal menjelaskan UNHCR akan membantu proses penyelidikan oleh polisi untuk mengungkap dugaan sindikat penyeludupan manusia atau perdagangan orang (human trafficking) sehingga tidak menjadi masalah apabila pengungsi Rohingya itu diminta keterangan.
“Mungkin seperti yang sekarang beredar, kepolisian sedang mencoba membongkar apakah ada sindikat penyeludupan manusia di mana untuk kita, itu kemudian menjadi proteksi bagi mereka (Rohingya),” ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap warga etnis Rohigya oleh kepolisian tersebut telah dilakukan sejak para pencari suaka mendarat di Pantai Blang Ulam Lamreh, Aceh Besar.
“Sejauh yang saya tahu barusan ada sekitar enam orang (diperiksa). Detailnya dari kepolisian, kita enggak membuat rekap. Dari kemarin pendaratan memang ada beberapa (diperiksa) yang ditemukan di luar area, kemudian diamankan dan dibawa ke polres, dan itu yang coba didalami informasinya,” ujarnya.
Hingga kini, kata Faisal, jumlah pengungsi etnis Rohingya di provinsi paling barat Indonesia itu sekitar 1.600 orang. Umumnya mereka belum memiliki penampungan yang layak dan tersebar di beberapa titik.
“Ada yang di Sabang, Banda Aceh, Pidie tiga titik, Lhokseumawe, dan Bireuen,” ujarnya.
Pewarta : Khalis Surry
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UNHCR khawatir sebanyak 427 warga Rohingya tewas di laut saat cari perlindungan
24 May 2025 19:38 WIB
Bangladesh cari dukungan dari Jerman untuk zona aman Rohingya di Myanmar
22 January 2025 19:22 WIB, 2025
ICC mengusulkan penangkapan kepala junta Myanmar atas persekusi Rohingya
27 November 2024 19:48 WIB, 2024
Menguak kasus perdagangan orang di balik kedatangan warga Rohingya di Aceh
29 October 2024 15:34 WIB, 2024
Warga Rohingya lari ke Bangladesh akibat perang junta dengan pemberontak
06 February 2024 15:08 WIB, 2024
Imigran Rohingya bayar hingga Rp66 juta untuk bisa naik kapal ke Indonesia
15 December 2023 0:40 WIB, 2023
Presiden Jokowi: Arus pengungsi Rohingya diduga libatkan jaringan TPPO
08 December 2023 20:15 WIB, 2023
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Pemkab Aceh Barat Daya sediakan beasiswa untuk mencetak 100 penghafal Al Quran
21 February 2026 23:01 WIB
Indonesia perkuat diplomasi budaya lewat Asia Pacific Film Festival Swiss
11 February 2026 11:03 WIB
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB