Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Filipina pastikan KTT ke-48 ASEAN tetap digelar, tetapi disederhanakan

Jumat, 27 Maret 2026 19:52 WIB
Image Print
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam upacara penutupan KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (28/10/2025). Serah terima palu tersebut menjadi penanda dimulainya keketuaan Filipina dalam ASEAN pada 2026. ANTARA FOTO/Cahya Sari/nym.

Manila (ANTARA) - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memastikan bahwa KTT ke-48 ASEAN di Cebu akan tetap digelar pada 8--9 Mei 2026 mendatang, meski dengan penyederhanaan signifikan pada penyelenggaraannya mengingat konflik di Timur Tengah.

Saat ditemui wartawan di Kota Silang, Provinsi Cavite, Jumat, Marcos mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan konsultasi dengan para pemimpin di Asia Tenggara.

"Kami telah menanyakan mitra kami di 10 negara anggota ASEAN lainnya, dan pertanyaannya sangat sederhana: Apakah anda -- karena semuanya sibuk dengan krisis minyak, karena perang di Timur Tengah -- menghendaki penundaan KTT ASEAN," kata Presiden Filipina.

"Mufakat yang tercapai adalah bahwa saat ini kita harus mengoordinasikan usaha bersama. Jadi, inilah yang akan kita lakukan, kita akan lanjutkan penyelenggaraan KTT ASEAN," ucap Marcos, menambahkan.

Tetapi, kata dia, KTT ke-48 ASEAN tersebut akan dilaksanakan dengan "sangat sederhana" dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu minyak, pangan, dan tenaga kerja migran.

Menurut Presiden Filipina, KTT ASEAN mendatang akan penting untuk membantu para pemimpin ASEAN menentukan apa yang dapat dilakukan di masa depan, bagaimana ASEAN bisa saling membantu, dan bagaimana ASEAN harus mengambil sikap terkait dinamika yang terjadi.

"Kita akan membahas soal tiga isu utama ini -- tentang pasokan minyak dan produk minyak, tentang pasokan pangan dan harga pangan, dan tentang pekerja migran," kata dia.

Lebih lanjut, KTT ke-49 ASEAN yang akan dilaksanakan di Kota Pasay pada 10--12 November 2026 "secara tentatif" masih akan dilanjutkan, mengingat agenda penting tersebut akan dihadiri pemimpin dunia, tutur Marcos.

Sebagai pemegang keketuaan ASEAN, Filipina akan melaksanakan hingga 650 rapat tingkat menteri dan pejabat senior pada tahun ini.

Sementara, pimpinan Senat Filipina sempat menyatakan mendukung langkah menunda KTT ASEAN tahun ini akibat tekanan ekonomi dari perang di Timteng serta melonjaknya harga minyak.

Langkah penundaan tersebut, apabila benar dilakukan, berpotensi menghemat anggaran lebih dari 17 miliar peso (Rp4,7 triliun).

Pimpinan senat mengusulkan supaya anggaran yang tadinya dialokasikan untuk penyelenggaraan KTT ASEAN dapat dialihkan untuk meredakan dampak ekonomi dari konflik di Timteng.

Sumber: PNA-OANA


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Filipina pastikan KTT ke-48 ASEAN tetap digelar, tetapi disederhanakan



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026