BPJS - Mahasiswa Malaysia kerjasama jaminan kesehatan
Rabu, 21 Maret 2018 20:01 WIB
Ilustrasi - Atase Dikbud KBRI Kuala Lumpur dan Ketua PPI Malaysia (1)
Banda Aceh, (AntaraKL) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Banda Aceh melanjutkan kerja sama penyelenggaraan jaminan kesehatan dengan Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia Cawangan Aceh.
"Kelanjutan kerja sama ini merupakan sinyal positif bahwa program JKN-KIS semakin luas diterima dengan baik oleh masyarakat, termasuk warga negara asing yang mendaftar sebagai pengguna JKN-KIS," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Aldiana di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelas kepesertaan dalam perjanjian sebelumnya menyebutkan masa kepesertaan selama enam bulan dan berakhir pada 31 Maret 2018, dengan penandatanganan adendum kerja sama tersebut kepesertaan JKN-KIS bagi mahasiswa asing asal Malaysia yang tergabung dalam PKPMI-CA dilanjutkan untuk enam bulan ke depan.
Aldiana mengatakan inisiatif untuk melanjutkan kerjasama ini datang dari pihak Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia Cawangan Aceh (PKPMI-CA).
WNA yang tidak bekerja tidak berkewajiban mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS.
"Ini merupakan keinginan mereka untuk menjadi peserta dan melanjutkan kerja sama dalam pelayanan kesehatan," katanya.
Ia menyebutkan pada Oktober tahun 2017 PKPMI-CA mendaftarkan 76 orang peserta dengan iuran untuk hak rawat inap kelas II (dua) dan dengan addendum perjanjian kerja sama tersebut masa kepesertaan dilanjutkan untuk enam bulan ke depan.
"Dalam kerja sama tersebut mereka juga menambah sebanyak 26 peserta baru dengan hak rawat inap di kelas III (tiga). Mereka merasa terlayani dengan baik dan merasa puas sebagai peserta JKN-KIS," katanya.
Ketua Biro Kebajikan, Keselamatan dan Kediaman PKPMI-CA Muhamad Nur Afiffuden Bin Jufrihisham yang mewakili PKPMI-CA mengatakan sejumlah pengalaman anggota organisasinya mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan sebagai peserta JKN-KIS.
"Kami merasa nyaman mempercayakan jaminan kesehatan kami pada program JKN-KIS, terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada kami, semoga ke depan tetap seperti itu dan dapat lebih baik lagi," kata mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh itu.
"Kelanjutan kerja sama ini merupakan sinyal positif bahwa program JKN-KIS semakin luas diterima dengan baik oleh masyarakat, termasuk warga negara asing yang mendaftar sebagai pengguna JKN-KIS," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Aldiana di Banda Aceh, Rabu.
Ia menjelas kepesertaan dalam perjanjian sebelumnya menyebutkan masa kepesertaan selama enam bulan dan berakhir pada 31 Maret 2018, dengan penandatanganan adendum kerja sama tersebut kepesertaan JKN-KIS bagi mahasiswa asing asal Malaysia yang tergabung dalam PKPMI-CA dilanjutkan untuk enam bulan ke depan.
Aldiana mengatakan inisiatif untuk melanjutkan kerjasama ini datang dari pihak Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia Cawangan Aceh (PKPMI-CA).
WNA yang tidak bekerja tidak berkewajiban mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS.
"Ini merupakan keinginan mereka untuk menjadi peserta dan melanjutkan kerja sama dalam pelayanan kesehatan," katanya.
Ia menyebutkan pada Oktober tahun 2017 PKPMI-CA mendaftarkan 76 orang peserta dengan iuran untuk hak rawat inap kelas II (dua) dan dengan addendum perjanjian kerja sama tersebut masa kepesertaan dilanjutkan untuk enam bulan ke depan.
"Dalam kerja sama tersebut mereka juga menambah sebanyak 26 peserta baru dengan hak rawat inap di kelas III (tiga). Mereka merasa terlayani dengan baik dan merasa puas sebagai peserta JKN-KIS," katanya.
Ketua Biro Kebajikan, Keselamatan dan Kediaman PKPMI-CA Muhamad Nur Afiffuden Bin Jufrihisham yang mewakili PKPMI-CA mengatakan sejumlah pengalaman anggota organisasinya mengakses pelayanan di fasilitas kesehatan sebagai peserta JKN-KIS.
"Kami merasa nyaman mempercayakan jaminan kesehatan kami pada program JKN-KIS, terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada kami, semoga ke depan tetap seperti itu dan dapat lebih baik lagi," kata mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh itu.
Pewarta : Muhammad Ifdhal
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
Wamen P2MI minta mahasiswa jangan mudah percaya iklan kerja luar negeri di medsos
25 March 2025 23:10 WIB
Mahasiswa dan masyarakat di Surabaya menggelar aksi dukung putusan MK
22 August 2024 13:58 WIB, 2024
Wapres tekankan pembiayaan proporsional agar Uang Kuliah Tunggal tak bebani mahasiswa
22 May 2024 14:10 WIB, 2024
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB