Kuala Lumpur (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur bergerak cepat untuk mengupayakan penanganan terhadap para warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia.
KBRI dalam pernyataan yang diterima ANTARA di Kuala Lumpur, Selasa, menyampaikan telah melakukan komunikasi dengan Pihak Polis Maritim Malaysia, utamanya terkait penanganan WNI yang menjadi korban kecelakaan itu.
KBRI Kuala Lumpur menerima informasi kapal tersebut diduga ditumpangi oleh 37 WNI. Dari jumlah tersebut, diperoleh informasi 23 WNI ditemukan selamat dan sisanya 14 orang lagi masih dalam pencarian oleh Tim SAR Malaysia.
Saat ini, KBRI terus memantau perkembangan terkait operasi Tim SAR Malaysia.
Disamping itu, KBRI Kuala Lumpur juga sedang mengajukan permohonan akses kekonsuleran kepada pihak otoritas untuk menemui seluruh penumpang WNI yang selamat.
Baca juga: Kapal diduga bawa WNI tenggelam di Malaysia, sementara 23 selamat
Sebelumnya Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA), Negara Bagian Perak, menyatakan masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) menyusul insiden tenggelamnya kapal yang diduga membawa Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) warga negara Indonesia, di perairan Pulau Pangkor.
Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob mengatakan pihaknya menerima laporan insiden kapal tenggelam pada Senin (11/5) sekitar pukul 05.30 pagi dari seorang nelayan setempat yang menemukan para korban terapung di laut dan meminta bantuan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Operasi SAR segera dilakukan pada pukul 06.00 pagi dengan mengerahkan KM GAGAH serta BENTENG 1203 untuk melaksanakan upaya pencarian dengan bantuan instansi terkait seperti Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta komunitas nelayan setempat.
Hasil penyelidikan awal menyebut keseluruhan PATI yang berada di atas kapal tersebut sebanyak 37 orang.
Hingga saat ini, sebanyak 23 korban berhasil diselamatkan sementara sisanya masih belum diketahui keberadaannya dan operasi SAR masih terus dilakukan secara intensif.
Seluruh korban yang berhasil diselamatkan dibawa ke Dermaga PPM Kampung Acheh, Perak, sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut di IPD Manjung.
Kepten Maritim Mohd Shukri bin Khotob menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengintensifkan operasi pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.