Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima jajaran pendiri Sungai Watch di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, untuk membahas penguatan gerakan bersih sungai dan percepatan penanganan sampah plastik secara terintegrasi di Indonesia.

“Di meeting ini dengan Bapak Wakil Presiden, kami diskusi tentang bagaimana Sungai Watch bisa expand (diperluas) di seluruh Indonesia. Karena, sekarang Sungai Watch ada operasi di Bali, Banyuwangi, dan Sidoarjo di Jawa Timur. Tapi, kami mau expand ke Jawa Tengah dan Jawa Barat dan beliau sangat apresiasi dan mau bantu,” kata Co-founder Sungai Watch Sam Bencheghib selepas bertemu Wapres, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Wakil Presiden tersebut dihadiri pendiri Sungai Watch, yakni Gary Bencheghib, Sam Bencheghib, dan Kelly Bencheghib. Audiensi itu membahas kolaborasi penanganan sampah sungai melalui pelibatan pemerintah, komunitas, serta masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan penanganan persoalan sampah di berbagai daerah secara cepat dan terintegrasi oleh pemerintah pusat.

Dalam audiensi itu, Wapres Gibran menyambut baik berbagai aksi yang telah dilakukan Sungai Watch dalam menjaga kebersihan sungai sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap persoalan pencemaran plastik, khususnya melalui keterlibatan generasi muda.

Sam memaparkan pihaknya baru menuntaskan aksi “Run for Rivers” dengan menempuh jarak 1.205 kilometer dari Bali hingga Monas, Jakarta, selama 58 hari untuk mengampanyekan kondisi darurat polusi plastik di sungai-sungai Indonesia.

Selain penguatan aksi lapangan, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga untuk menekan volume sampah yang berakhir di aliran sungai.

“Sebenarnya Kota Jakarta sudah membuat program, biar seluruh masyarakat sudah harus memilah dari warga, tapi yang pasti kurang adalah edukasi dan kesadaran. Dan, ini memang hal yang kita tahu, sebenarnya sungai bukan tempat sampah,” kata Gary Bencheghib.

Sungai Watch juga mengapresiasi dukungan Wapres terhadap upaya penguatan penanganan sampah, termasuk melalui kolaborasi dengan sektor swasta guna memperluas cakupan gerakan bersih sungai.

“Kalau kita diskusi tentang masalah sampah, perlu banyak hal, perlu pemerintah, perlu dana, dan beliau (Wapres) juga bilang bisa bantu untuk pendanaan biar kita bisa expand aksi di sungai. Dan, Wapres juga bilang, mungkin bisa bantu untuk mencari sponsor dari perusahaan-perusahaan di Indonesia yang bisa ikut,” ungkap Sam.

Pada akhir pertemuan, Sungai Watch berharap koordinasi dengan pemerintah daerah dalam penanganan sampah sungai di berbagai wilayah dapat semakin diperkuat.

“Kita berharap bukan cuma satu meeting saja, tapi kita pengin membuat Pak Wapres sebagai figur dalam hal menjadikan pahlawan untuk sungai kita di Indonesia, biar beliau bisa bantu nyambung ke beberapa pemerintah daerah, pemerintah provinsi, soalnya masalahnya sampah ini cukup complicated,” pungkas Gary.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wapres bahas penguatan gerakan bersih sungai dengan Sungai Watch