Menteri Belanda mundur kelelahan atasi corona
Jumat, 20 Maret 2020 15:14 WIB
COVID-19 test
Amsterdam (ANTARA) - Menteri yang memimpin perjuangan pemerintah Belanda melawan virus corona mengundurkan diri pada Kamis, sehari setelah pingsan karena kelelahan selama debat parlemen mengenai epidemi itu.
Menteri Perawatan Medis Bruno Bruins (56), jatuh pingsan ke lantai di parlemen pada Rabu saat menerima pertanyaan. Dia mengatakan dia pingsan setelah berminggu-minggu bekerja keras.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan Bruins telah berhenti karena tidak mengetahui waktu yang dibutuhkannya untuk kembali sehat.
"Sifat krisis adalah sedemikian rupa sehingga menuntut seorang menteri yang dapat siap segera melakukan berbagai upaya penuh," kata Rutte saat konferensi pers yang disiarkan televisi.
Wakil Perdana Menteri Hugo de Jonge akan mengambil alih tugas Bruins sampai ada pengganti, kata pemerintah.
Belanda akan memperluas langkah-langkah jarak sosial, yang telah menyebabkan penutupan sekolah dan restoran, dengan melarang pengunjung mengunjungi fasilitas perawatan untuk orang tua, kata De Jonge pada Kamis.
Jumlah kasus corona yang dikonfirmasi di Belanda telah meningkat 409 kasus menjadi 2.460 kasus, menurut Institut Kesehatan Nasional (RIVM) pada Kamis. Korban tewas Belanda mencapai 76 orang, dengan usia antara 63 hingga 95 tahun.
Bruins telah mengindikasikan pada Rabu bahwa ia bermaksud untuk kembali bekerja.
"Saya pingsan karena kelelahan dan beberapa minggu kerja yang intens. Saya sekarang merasa lebih baik. Saya akan pulang sekarang untuk beristirahat malam ini sehingga saya bisa kembali bekerja besok untuk melawan krisis #corona sebaik mungkin," kata Bruins melalui media sosial.
Sumber: Reuters
Menteri Perawatan Medis Bruno Bruins (56), jatuh pingsan ke lantai di parlemen pada Rabu saat menerima pertanyaan. Dia mengatakan dia pingsan setelah berminggu-minggu bekerja keras.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan Bruins telah berhenti karena tidak mengetahui waktu yang dibutuhkannya untuk kembali sehat.
"Sifat krisis adalah sedemikian rupa sehingga menuntut seorang menteri yang dapat siap segera melakukan berbagai upaya penuh," kata Rutte saat konferensi pers yang disiarkan televisi.
Wakil Perdana Menteri Hugo de Jonge akan mengambil alih tugas Bruins sampai ada pengganti, kata pemerintah.
Belanda akan memperluas langkah-langkah jarak sosial, yang telah menyebabkan penutupan sekolah dan restoran, dengan melarang pengunjung mengunjungi fasilitas perawatan untuk orang tua, kata De Jonge pada Kamis.
Jumlah kasus corona yang dikonfirmasi di Belanda telah meningkat 409 kasus menjadi 2.460 kasus, menurut Institut Kesehatan Nasional (RIVM) pada Kamis. Korban tewas Belanda mencapai 76 orang, dengan usia antara 63 hingga 95 tahun.
Bruins telah mengindikasikan pada Rabu bahwa ia bermaksud untuk kembali bekerja.
"Saya pingsan karena kelelahan dan beberapa minggu kerja yang intens. Saya sekarang merasa lebih baik. Saya akan pulang sekarang untuk beristirahat malam ini sehingga saya bisa kembali bekerja besok untuk melawan krisis #corona sebaik mungkin," kata Bruins melalui media sosial.
Sumber: Reuters
Pewarta : Gusti Nur Cahya Aryani
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Dunia sebut Asia Timur-Pasifik tumbuh lebih lambat dari sebelum COVID
08 October 2024 10:47 WIB, 2024
Korea Selatan bisa capai puncak gelombang baru COVID-19 pada akhir Agustus
13 August 2024 13:43 WIB, 2024
KPK mulai penyidikan korupsi Bantuan Sosial Presiden untuk Penanganan COVID-19
26 June 2024 17:26 WIB, 2024
Tingkat pengangguran di Malaysia kembali ke level sebelum pandemi COVID-19
10 January 2024 20:02 WIB, 2024
BP2MI laksanakan vaksinasi COVID-19 guna antisipasi peningkatan kasus
28 December 2023 18:36 WIB, 2023
Malaysia tidak rencanakan sekatan untuk antisipasi lonjakan COVID-19 saat ini
19 December 2023 5:53 WIB, 2023
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB