Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, berharap Nahdlatul Ulama (NU) dapat berkiprah dan membawa perubahan lebih baik di tingkat dunia, termasuk juga menjalin kerja sama internasional untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri, khususnya di periode 100 tahun ke dua ormas tersebut berdiri.

"Kalau di periode 100 tahun pertama kita lebih banyak berkiprah di dalam negeri secara nasional, maka di periode 100 tahun kedua ini, kita harapkan NU berkiprah di dunia global karena NU memang memiliki tugas-tugas global," kata dia dalam sambutannya pada web seminar Rois Syuriah Pengurus Cabang Istimewa NU Antarnegara yang diselenggarakan secara daring, Selasa.

Di hadapan perwakilan dan pengurus PCI NU di berbagai negara, dia mengingatkan kembali keberadaan NU di Indonesia adalah sebagai organisasi kemasyarakatan yang membawa perubahan lebih baik.

Ia mengatakan NU adalah jam'iyatul islahih atau organisasi perubahan yang membawa perbaikan. Oleh karena itu, dia menyatakan paradigma NU yakni al ishlah ila ma huwal ishlah tsummal ashlah fal ashlah atau perubahan berkelanjutan, selain al muhafadzah alal qadimisshalih atau merawat tradisi dan wal akhdu biljadidil ashlah atau bertransformasi menjadi lebih baik.

"NU juga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik secara keberlanjutan, secara sustainable. Artinya ya melakukan inovasi-inovasi yang berkelanjutan melalui continuous improvement," tukasnya.

Oleh karena itu, menjelang periode 100 tahun kedua, dia berharap NU dapat lebih banyak menyumbangkan ide-ide strategis dalam rangka mencari solusi atas berbagai persoalan global, khususnya di bidang sosial dan ekonomi.

"Oleh karena itu, banyak hal yang kita harus ambil bagian di dalam rangka perbaikan kehidupan dunia, seperti banyaknya konflik, kesulitan ekonomi akibat resesi, sehingga perlu adanya kerja sama global yang lebih baik lagi," ujarnya.


Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2024