Dua orang WNI meninggal terpapar COVID-19 di Malaysia
Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Daerah Dang Wangi melakukan blokade jalan di Jalan Tun Azlan Shah Kuala Lumpur, Selasa (1/6/2021), pada hari pertama penerapan total lockdown dalam rangka membendung penularan COVID-19. Polisi melakukan denda kepada warga yang keluar rumah untuk tujuan yang tidak penting. ANTARA Foto/Agus Setiawan
"Mohon doanya jamaah majelis taklim kami baru meninggal karena terpapar COVID-19," ujar Rois Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia, Dr Mohammad Mahbubi Ali di Kuala Lumpur, Jumat.
AH meninggal dunia pada Senin (7/6) sedangkan B meninggal dunia pada Rabu (9/6).
"Pak B terpapar dari Pak AH hanya karena mengantarkan obat. Dua hari kemudian beliau juga wafat. Innalillahi," kata Pimpinan Komite Shariah Affin Islamic Bank ini.
Anggota Majelis Ta'lim Ikatan Keluarga Besar Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Miftahul Ulum (IKBAS PPMU) Panyeppen Wilayah Istimewa Malaysia tersebut meninggal dunia karena terpapar COVID-19.
Mahbubi mengatakan AH meninggal dunia di-flat-nya dan belum sempat tes COVID-19.
"Akhirnya semua isi rumah dan yang menjengguknya semua terpapar. Pak B meninggal di Hospital Kajang," katanya.
Mereka yang terpapar sekarang di rumah sakit dan sebagian besar isolasi di rumah.
IKBAS PPMU Panyeppen Pamekasan di Malaysia mengucapkan duka cita terkait meninggalnya dua orang tersebut.
"Semoga Allah menerima amalnya, menghapus dosa dan kesalahannya. Membangkitkan bersama para Nabi, orang-orang yang sholeh serta memperoleh syafaat Rasulullah dan ahlulbait-nya," ujar Ketua Majlis Taujih IKBAS PPMU Panyeppen di Malaysia, Ustad Nawawi.
Pada Kamis (10/6) jumlah kasus harian COVID-19 di Malaysia mencapai 5.671 orang sedangkan Kuala Lumpur mencapai 769 atau tertinggi kedua setelah Selangor sebesar 1.510 dari sembilan negara bagian atau provinsi.
Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Yoshi Iskandar ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah memastikan jenazah almarhum WNI yang terpapar COVID-19 telah dimakamkan sesuai protokol kesehatan.
"KBRI juga telah memastikan dari anggota keluarga masih dirawat di rumah sakit Serdang kondisinya semakin membaik untuk bisa kembali ke rumahnya," katanya.
Yoshi mengatakan pemberian dan pendataan bantuan juga akan dilakukan untuk membantu keluarga yang membutuhkan.
"KBRI terus menghimbau agar WNI selalu mematuhi protokol kesehatan dan selalu membuka saluran komunikasi bagi masyarakat Indonesia yang memerlukan bantuan," katanya.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Dunia sebut Asia Timur-Pasifik tumbuh lebih lambat dari sebelum COVID
08 October 2024 10:47 WIB, 2024
Korea Selatan bisa capai puncak gelombang baru COVID-19 pada akhir Agustus
13 August 2024 13:43 WIB, 2024
KPK mulai penyidikan korupsi Bantuan Sosial Presiden untuk Penanganan COVID-19
26 June 2024 17:26 WIB, 2024
Tingkat pengangguran di Malaysia kembali ke level sebelum pandemi COVID-19
10 January 2024 20:02 WIB, 2024
BP2MI laksanakan vaksinasi COVID-19 guna antisipasi peningkatan kasus
28 December 2023 18:36 WIB, 2023
Malaysia tidak rencanakan sekatan untuk antisipasi lonjakan COVID-19 saat ini
19 December 2023 5:53 WIB, 2023
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB