Malaysia mulai izinkan vaksin 'booster' kedua

id booster kedua,covid-19,malaysia,khairy jamaluddin

Malaysia mulai izinkan vaksin 'booster' kedua

Petugas Departemen Relawan Malaysia mengatur antrean warga untuk mendapatkan vaksinasi 'booster' di World Trade Center (WTC) Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (15/1/2022). Vaksinasi dengan jenis vaksin AstraZeneca tersebut akan ANTARA Foto/Agus Setiawan/nym

Kasus COVID-19 kembali meningkat. Banyak yang tidak terinfeksi tahun terakhir, kini terjangkiti

Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia mulai mengizinkan mereka yang berusia 50 tahun ke atas dan tidak memiliki penyakit penyerta untuk mendapatkan vaksin penguat COVID-19 (booster) kedua.

"Kasus COVID-19 kembali meningkat. Banyak yang tidak terinfeksi tahun terakhir, kini terjangkiti. Jadi kalau Anda berusia 50 tahun ke atas, sudah mendapat dosis penggalak (booster) pertama, Anda boleh mendapat dosis penggalak kedua," kata Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin di Kuala Lumpur, Rabu, melalui Twitter.

Meskipun orang-orang yang berusia 50 ke atas dalam keadaan sehat dan tidak termasuk berisiko tinggi, mereka tetap boleh mendapatkan booster kedua, ujar dia.

Khairy mengatakan golongan lain yang juga boleh mendapatkan booster dosis kedua adalah petugas garis depan dan individu yang berisiko tinggi tertular COVID-19.

Dosis penguat kedua tersebut dapat diperoleh sekurang-kurangnya enam bulan setelah booster pertama diberikan. 

Mereka yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan vaksin penguat COVID-19 dosis kedua, ujar dia, hanya perlu membuat temu janji melalui aplikasi MySejahtera. Atau, menghubungi klinik kesehatan terdekat.

"Dan buat yang belum dapat booster pertama, dapatkan segera. Jangan tunggu lagi, COVID-19 masih ada. COVID-19 masih bahaya. COVID-19 bisa mengancam terutama orang tua dan orang yang punya penyakit kronik," kata Khairy.

"Kita harus hidup dengan COVID-19, bukan mati karena COVID-19. Dapatkan booster sekarang," ujar dia.

Angka kasus harian lokal COVID-19 di Malaysia pada Senin (19/7), bertambah 3.898 orang, sedangkan kasus impor bertambah empat orang. Kasus aktif COVID-19 bertambah 959, sehingga totalnya menjadi 43.144 orang.

Kementerian Kesehatan Malaysia juga mencatat sembilan meninggal dunia karena COVID-19, sedangkan mereka yang sembuh dari infeksi SARS-CoV-2 bertambah 2.935 orang.
 

Baca juga: Kemenkes Malaysia berencana lakukan pendaftaran produk Cannabidiol pada 2023
Baca juga: Menkes Malaysia Khairy minta masyarakat segera ambil vaksin penguat


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia izinkan vaksin 'booster' kedua