Round up - Gagal tambah emas, peringkat medali Indonesia anjlok di Asian Games 2022

id asian games,hangzhou 2022

Round up - Gagal tambah emas, peringkat medali Indonesia anjlok di Asian Games 2022

Petembak putri Indonesia Feny Bachtiar membidik sasaran saat mengikuti nomor 10 meter running target Asian Games 2022 di Fuyang Yinhu Sports Centre, Hangzhou, China, Kamis (28/9/2023). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.

Jakarta (ANTARA) - Kontingen Indonesia pada pertandingan hari kelima Asian Games 2022 di Hangzhou China, Kamis, belum dapat menambah perolehan medali emas dari nomor-nomor final dalam sejumlah cabang olahraga.

Sementara itu tuan rumah China terus mendulang medali yang memperkuat posisinya dalam peringkat teratas pesta olahraga antarbangsa Asia tersebut..

Dalam data klasemen medali hingga pukul 22.00 WIB, kontingen China sudah mengoleksi 90 medali emas, 51 perak dan 26 perunggu.

Posisi China sangat jauh di atas peringkat kedua Korea Selatan yang mengumpulkan 24 emas, 23 perak dan 39 perunggu.

Kemudian Jepang berada di peringkat ketiga sementara dengan 18 medali emas, 30 perak dan 30 perunggu.

Ketiga negara tersebut tetap mempertahankan tradisi sebagai tiga besar terkuat dalam olahraga Asia.

Di bawah mereka, persaingan memperebutkan medali masih cukup sengit dan saling susul menyusul, dengan perbedaan medali yang tidak terlalu besar.

Uzbekistan, India dan Thailand sama-sama meraih enam medali emas, namun Uzbekistan unggul dalam jumlah perak dan perunggu sehingga berada di urutan empat.

Indonesia sendiri yang hari sebelumnya bercokol di peringkat ketujuh, dengan tidak adanya tambahan medali emas maka sementara harus terlempar dari sepuluh besar.

Kontingen Merah Putih kini berada di urutan ke-12 dengan tiga medali emas, tiga perak dan 10 perunggu.

Peringkat Indonesia berada di atas negara Asia Tenggara lainnya yakni Singapura, Malaysia dan Vietnam.

Di antara cabang olahraga yang melibatkan atlet-atlet Indonesia pada pertandingan sepanjang hari Kamis adalah menembak, wushu, renang, tenis, sepak takraw, balap sepeda, sepak bola dan hoki.

Salah satu peluang yang sangat diharapkan untuk menambah pundi-pundi medali emas bagi kontingen Indonesia sebenarnya adalah pada cabang wushu di mana atlet Indonesia Samuel Marbun berhadapan dengan atlet Iran Samiroumi Elaheh Mansoryan.

Pada pertandingan final sanda 65 kilogram putra yang berlangsung di Xiaoshan Guali Sports Centre, Hangzhou itu, Samuel harus mengakui keunggulan lawannya 0-2.

Meskipun hanya mendapat medali perak, namun pencapaian atlet asal Sumatera Utara itu harus diapresiasi mengingat ia telah melewati babak-babak penyisihan yang ketat.

Selain itu, medali perak Samuel Marbun setidaknya menjadi perolehan terbaik kontingen Indonesia pada Kamis, karena sebagai perak satu-satunya sementara yang lain hanya perunggu.

Tambahan tiga medali perunggu bagi Indonesia masing-masing melalui cabang sepak takraw beregu putri, menembak nomor running target 10 meter putri, dan pasangan ganda putri Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen di cabang tenis.

Tim sepak takraw regu putri Indonesia berhak meraih perunggu bersama dalam Asian Games Hangzhou setelah takluk 0-2 di tangan Korea Selatan pada babak semifinal yang berlangsung di Jinhua Sports Centre Gymnasium .

Di arena menembak di mana Indonesia pada hari sebelumnya sudah mengoleksi dua medali emas, kali harus puas dengan tambahan satu medali perunggu.

Trio petembak putri Indonesia yakni Feny Bachtiar, Nourma Try Indriani, dan Rica Nensi Perangin Angin yang tampil di nomor 10m running target berhasil mengumpulkan total poin 1604-31x (31 tepat sasaran di tengah).

Namun angka yang mereka kumpulkan masih di bawah skor dari tim Korea Utara yang meraih medali emas dan tim Kazakhstan yang meraih perak.

Di lapangan tenis Hangzhou Olympic Sports Centre itu, pasangan ganda putri Indonesia Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen harus mengakui keunggulan pasangan Taiwan Hao-ching Chan/Yung-jan Chan 2-6, 2-6 pada laga yang berlangsung selama satu jam 17 menit.

Pada cabang lainnya yang dipertandingkan hari Kamis, para atlet Indonesia gagal meraih podium.

Di antaranya pada cabang balap sepeda di mana Bernard Benjamin Van Aert membuang peluang meraih medali nomor omnium putra Asian Games Hangzhou setelah hanya mampu finis peringkat sembilan.

Di arena renang Hangzhou Olympic Sports Centre, juga belum ada kabar baik dari atlet-atlet Indonesia yang tampil seperti Joe Aditya Wijaya Kurniawan di nomor 50m gaya kupu-kupu putra, Muhammad Dwiky Rahardjo di nomor 200m gaya dada putra, dan Nicholas Karel Subagyo di nomor 800m gaya bebas.


Timnas U-24 terhenti

Sementara itu pada cabang olahraga paling populer yakni sepak bola putra, kiprah tim nasional Indonesia U-24 kembali harus terhenti hingga babak 16 besar.

Rizki Ridho dkk harus mengakui keunggulan Uzbekistan 0-2 dalam pertandingan yang menguras tenaga dengan tambahan waktu 2x15 menit Stadion Shangcheng Sports Centre, Hangzhou.

Dengan demikian di cabang sepak bola ini Indonesia belum bisa meningkatkan pencapaian di Asian Games, karena pada edisi sebelumnya timnas juga terhenti di babak 16 besar.

Meski pun demikian tim asuhan Indra Sjafri tersebut sempat menyulitkan Uzbekistan hingga skor masih imbang 0-0 hingga waktu normal selesai.

Uzbekistan yang memang lebih diunggulkan akhirnya memperoleh buah kerja kerasnya dengan dua gol di babak perpanjangan waktu, sekaligus memupus impian Indonesia untuk membuat sejarah di ajang Asian Games ini.

Nasib yang sama juga dialami tim Asia Tenggara lainnya di babak 16 besar, ini yakni Thailand dan Myanmar. Bahkan Myanmar harus menelan pil pahit ketika mereka dibantai Jepang 0-7.

Di cabang sepak bola ini, delapan tim yang maju ke perempat final adalah Uzbekistan, Arab Saudi, Iran, Hong Kong, Jepang, Korea Utara dan tuan rumah China,





 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Round up - Gagal tambah emas, peringkat medali Indonesia anjlok