
Umat Hindu Malaysia Rayakan Deepavali
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Penganut Hindu di Malaysia merayakan Deepavali atau festival cahaya pada Rabu (22/10), dengan menggelar berbagai kegiatan keagamaan dan rumah terbuka.
Masyarakat Hindu menerangi rumah-rumah mereka dengan pelita yang terbuat dari tanah liat yang disebut "diyas".
Pusat-pusat perbelanjaan juga dihias tak kalah meriah dengan motif tradisi Kolam Rangoli, yaitu motif warna-warni berbentuk geometris dan simbol-simbol keberuntungan seperti swastika, burung merak, gajah, bunga teratai, trisula, tapak kaki dan bintang, yang disusun dari beras berwarna, kelapa parut, pasir perak dan emas.
Puncak perayaan Deepavali tahun ini diadakan di Dewan Merdeka, Putra World Trade Centre yang dihadiri oleh Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak beserta istri Datin Seri Rosmah Mansor.
Najib yang mengenakan baju tradisional India, Kurta, berwarna krem memotong kue bersama tetamu kehormatan lain.
Ia mengatakan, rumah terbuka Deepavali yang digelar setiap tahun di negara tersebut akan menciptakan atmosfer yang baik diantara warga Malaysia.
"Banyak orang bisa bertemu sahabat yang beragama Hindu dan kita harus mendorong harmoni diantara warga Malaysia," katanya.
Festival penuh warna yang dirayakan umat Hindu seluruh dunia ini biasanya jatuh pada sekitar akhir Oktober atau awal November.
Penganut Hindu menganggap Deepavali atau juga dikenali sebagai Diwali di India utara, sebagai perayaan terpenting untuk merayakan kemenangan Dewa Krisnan melawan raja jahat Narakasura di kerajaan Pradyoshapuram.
Dalam perayaan itu, umat Hindu selain berdoa di kuil untuk menghormati arwah keluarga, juga mengunjungi orang yang lebih tua dan menggelar rumah terbuka dengan berbagai hidangan khas India, termasuk Marukku yang juga populer di kalangan masyarakat Melayu dan China di Malaysia.
Negara yang merayakan hari besar ini dengan cara unik diantaranya adalah Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Mauritius, Fiji, Guyana, Thailand, Afrika Selatan, Trinidad dan Kanada. (AB)
Pewarta : "Karena rasa kuenya sudah berat, jadi minumannya j
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.