Indonesia tambah sekolah anak TKI di Malaysia

id CLC, sekolah anak TKI

Guru Kemdikbud di CLC Sarawak (1)

"Sudah diizinkan, Insya Allah tahun depan sudah dibangun," kata Muhadjir.
Jakarta, (AntaraKL) - Indonesia akan menambah 50 sekolah yang disebut sebagai Community Learning Center  (CLC) untuk anak tenaga kerja Indonesia  (TKI) di Malaysia.

"Sudah ada pertemuan dengan pemerintah Malaysia dan ada kesepakatan bahwa pemerintah Indonesia diizinkan untuk membuka 'Community Learning Center' di sana, dan akan penambahan di wilayah Serawak dan di wilayah lain seperti semenanjung sekarang juga sudah diperbolehkan untuk membangun CLC," kata  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat Perayaan Hari Guru Nasional di Jakarta, Sabtu.

Muhadjir mengatakan penambahan CLC tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2018, dan pembangunannya tidak hanya di wilayah perkebunan tetapi juga akan dibangun di wilayah perkotaan karena banyak TKI yang bekerja di daerah tersebut.

Muhadjir mengatakan CLC adalah sekolah yang setingkat dengan SMP. Oleh sebab itu pemerintah berencana membangun sekolah lanjutan sederajat SMA dan SMK di Sabah.

"Sudah diizinkan, Insya Allah tahun depan sudah dibangun," kata Muhadjir.

Tak hanya itu, Indonesia juga akan membangun SMK di wilayah perbatasan Indonesia, sehingga warga Indonesia yang bekerja di dekat wilayah perbatasan dapat menyekolahkan anaknya.
Sebelumnya saat Presiden Joko Widodo bertemu dengan WNI di Serawak pada Rabu (22/11)  berpesan agar anak-anak Indonesia harus tetap bersekolah.

"Saya sudah minta kepada PM Najib agar kita dibantu membangun sekolahnya, CLC, tempat sekolah itu target sampai Juli tahun depan 50 CLC, sekolah, baru selesai 19," kata Presiden. 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar