11 orang tewas akibat udara sangat dingin di AS

id Amerika Serikat,meninggal karena udara dingin

Ilustrasi - Prajurit TNI AL berjaga di dekat kapal Angkatan Laut Amerika Serikat USS Rodney M Davis, di perairan Belawan, Sumut, Minggu (26/10). Kedatangan kapal perang AS dengan 200 awaknya, dalam rangka penguatan kerjasama Angkatan Laut kedua Negar

Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - Sedikitnya 11 orang telah meninggal di Amerika Serikat berkaitan dengan udara sangat dingin sejak Selasa pagi (2/1), kata beberapa pejabat pada Rabu. 

Seorang perempuan yang berusia 27 tahun, Lindsay Klima, ditemukan tewas di pantai Lake Winnebago setelah ia meninggalkan pertemuan Malam Tahun Baru di Fond du Lac, kata Pemerintah Negara Bagian Wisconsin. 

Pemerintah mengatakan wanita itu melangkah ke luar untuk merokok dan diduga telah jatuh di pantai sebelum ia menyerah pada hawa dingin, kata afiliasi CNN, WLUK. 

Kematian Klima termasuk di antara lima kematian yang berkaitan dengan udara di Wisconsin, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Dua orang lagi telah tewas di Negara Bagian North Dakota dan Missouri. 

Bagian timur-laut Amerika menghadapi serbuan brutal lain udara Kutub Utara pada Rabu, saat topan baru memasuki bagian tenggara negeri tersebut, sehingga membuat sekolah ditutup di Florida, Georgia dan South Carolina. 

Topan tersebut diperkirakan bergerak menuju utara, tempat ada potensi topan itu berubah menjadi "topan bom" saat topan tersebut bertambah kuat di lepas pantai New England pada Kamis. Salju tebal, hembusan angin dengan kekuatan badai dan badai salju mungkin terjadi.

Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar