Kematian Santi menimbulkan luka dalam keluarga

id Santi Restauli Simbolon

Almarhum Santi Restauli Simbolon (1) (1/)

Kematian Santi menimbulkan luka dalam keluarga
Serdang Bedagai, Sumut, (AntaraKL) - Kematian Santi Restauli Simbolon (25), tenaga kerja wanita yang meninggal dunia di Malaysia asal Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menimbulkan duka mendalam bagi yang ditinggalkan terutama bagi saudara-saudara dan kedua orang tuanya.

Menurut penuturan ibu korban, Nurmaida Sihombing, saat ditemui di Serdang Bedagai, Minggu, ia sama sekali tidak menduga nasib tragis menimpa puterinya, apalagi kejadian tragis itu di negeri orang yang menjadi lokasinya mengadu nasib selama lima tahun terakhir.

Pertama mendengar kabar akan kematian puterinya, ia merasa bagai disambar petir, karena memang beberapa hari sebelumnya masih sempat anak kelima dari sembilan bersaudara itu berkomunikasi dan sama sekali tidak pernah mendapat isyarat buruk.

"Macam mimpi. Gak percaya rasanya kalau anak kami itu sudah meninggal. Kami masih sangat sedih," katanya sambil menambahkan puterinya itu langsung dimakamkan Jumat (16/3) setelah sampai di kampung melalui Bandara Kualanamu, Deliserdang.

Selain pasrah, ia berharap pelaku pembunuhan puterinya dapat segera ditangkap dan diproses hukum setimpal sebagaimana perbuatannya.

"Dia anak yang baik, kenapalah ada yang tega membunuhnya," katanya.

Sebelumnya Kepala  Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Medan Suyoto mengatakan jenazah Santi Restauli Simbolon tiba di Bandara Kualanamu pada Kamis (15/3) dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air.

Setelah tiba, jenazah tenaga kerja wanita (TKW) tersebut langsung diserahterimakan kepada keluarganya, setelah itu, jenazah TKW tersebut dibawa ke kampung halamannya.

Dari catatan BP3TKI, almarhum berangkat sebagai TKW ke Malaysia sebagai pekerja resmi setelah mendapatkan pelatihan dan pembekalan terlebih dulu.

"Almarhumah pekerja resmi, melalui PT," katanya tanpa menyebutkan perusahaan yang memberangkatkan TKW tersebut.

Sebelumnya, jenazah Santi Restauli Simbolon (25) ditemukan membusuk di dalam lemari terkunci selama tiga hari di sebuah rumah Paya Terubong, George Town, Pulau Penang, Malaysia.

Ketua Polis Daerah Timur Laut ACP Anuar Omar mengatakan mayat, wanita tersebut ditemukan di dalam sebuah lemari terkunci oleh dua lelaki warga Nepal yang menghuni rumah tersebut setelah curiga dengan bau busuk.

Korban merupakan teman wanita salah seorang penghuni rumah tersebut yang dikenali sebagai warga Nepal bernama Sandip Gurung yang pernah beberapa kali datang ke rumah itu. 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar