Calon pemandu MRT Jakarta lulus dari Malaysia

id MRT Jakarta, Rapid Rail, MRT Malaysia

SERTIFIKAT PEMANDU MRT JAKARTA Dua pemandu wanita Mass Rapid Transport (MRT) Jakarta Indri Yulia Erlanita (kiri) dan Amalia Hasanah Nur Ahlina (kanan) menunjukkan sertifikat ijazah kelulusan dari Akademi Rail Rapid Rail Malaysia di Kuala Lumpur, Sel

"Saya berharap seluruh rakyat Indonesia akan mendukung kami sebagai agen transformasi untuk sistem pengangkutan publik, yang kita sudah lihat di Malaysia tetapi masih belum dilihat di Indonesia dan Jakarta," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Dua orang calon pemandu Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta Indri Yulia Erlanita dan Amalia Hasanah Nur Ahlina, mendapatkan ijazah kelulusan dari Rapid Rail Malaysia.

Sebagaimana pernyataan Prasarana Malaysia Berhad untuk Rapid Rail di Kuala Lumpur, Selasa, mereka merupakan dua di antara lima wanita calon pemandu MRT Jakarta yang rencananya dioperasikan tahun depan.

Mereka bersama 10 orang pria calon pemandu MRT yang merupakan peserta dari empat kelompok yang selesai mengikuti latihan bersama Akademi Rel Rapid Rail di Kuala Lumpur.

Ijazah kelulusannya disampaikan Ketua Pegawai Eksekutif Rapid Rail, Khairani Mohamed yang turut dihadiri Ketua Pegawai Operasi LRT Laluan Ampang, Abdul Hadi Amran, dan Ketua Akademi Rel, Zaki Mohamad.

Sebanyak delapan kelompok akan mengikuti program latihan pemanduan kereta api dibawah kontrak yang ditandatangani tahun lalu antara Prasarana Malaysia Berhad (Prasarana) dan Akademi Perkeretaapian Indonesia (API).

Indri (23), yang berasal dari Lampung, Pulau Sumatera, mengatakan, dia bangga memilih karier sebagai pemandu MRT dan tidak merasa kikuk untuk bergandengan dengan rekan-rekan kerja lawan jenis.

Sebagai pemandu kereta api pelayanan MRT Jakarta mereka menjadi perintis kepada pembangunan rel urban untuk Indonesia, sekaligus diharapkan menjadi pembangkit perkembangan ekonomi dan aktivitas bisnis di Jakarta dan seluruh Indonesia.

"Sebagai calon pemandu MRT, kami juga sadar bahwa kami mempunyai tanggungjawab yang besar untuk membuktikan kemampuan kaum wanita di bidang ini," kata Indri yang berharap banyak wanita akan tampil untuk memilih karier bekerja di MRT Jakarta khususnya sebagai pemandu kereta api.

Dia juga berharap rakyat Indonesia khususnya warga kota Jakarta akan mendukung proyek MRT yang akan mencetuskan transformasi dalam sistem pengangkutan publik dan membantu menyelesaikan masalah lalu lintas di Indonesia.

"Saya berharap seluruh rakyat Indonesia akan mendukung kami sebagai agen transformasi untuk sistem pengangkutan publik, yang kita sudah lihat di Malaysia tetapi masih belum dilihat di Indonesia dan Jakarta," katanya.

Dia menyatakan rasa gembira karena dapat mengikuti program terkait dan memuji program latihan yang dilaluinya dengan layanan LRT Ampang khususnya peluang memandu MRT sendiri.

Amalina (23), yang berasal dari daerah Boyolali, Jawa Tengah, turut berbagi kegembiraan belajar di Akademi Rel khususnya mempraktikkan segala yang dipelajarinya ketika mulai menyertai MRT Jakarta tahun lalu.

"Kita di sini berkesempatan untuk mempraktikkan apa yang dipelajari. Di Indonesia, kami belum berpeluang untuk belajar tetapi semuanya ada di sini. Saya harap dapat menggunakan segala ilmu yang dipelajari untuk memberi layanan yang terbaik di Indonesia nanti," katanya.

Dia mengharapkan supaya proyek MRT Jakarta ini tidak akan berhenti di sini tetapi dikembangkan ke seluruh Indonesia untuk manfaat seluruh masyarakat Indonesia.

Menanggapi mengenai program latihan terkait, Ketua Jabatan Pengurusan Projek untuk Operasi dan Penyelenggaraan, MRT Jakarta, Masum Asim, gembira dengan keputusan API untuk memilih Prasarana dan Akademi Rel.

Dia mengatakan pemilihan Prasarana menepati harapan dalam menyediakan program latihan yang mantap kepada staf MRT Jakarta.

"Hasil tiga kelompok yang lalu dan kelompok yang menamatkan latihan hari ini adalah amat baik sekali. Prasarana bukan sekadar memberi latihan tetapi berbagi ilmu dan pengalaman dengan ikhlas. Terlalu banyak yang dipelajari oleh mereka," katanya.`

Menurut dia, pihaknya kini dalam perencanaan dengan Prasarana untuk meluaskan latihan kepada staf daripada bidang-bidang lain dalam operasi dan penyelenggaraan MRT Jakarta.

(T.A034/B/T007/T007) 20-03-2018 15:52:35
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar