Malaysia sikapi serangan yang terjadi di Venezuela

id Anwar Ibrahim, Malaysia, serangan AS, Venezuela, AS serang Venezuela

Malaysia sikapi serangan yang terjadi di Venezuela

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan perombakan kabinet di Malaysia, Selasa (16/12/2025). (ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri Malaysia menyikapi serangan Amerika Serikat ke Caracas, Venezuela, Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Malaysia menyatakan tetap pada prinsip menentang segala bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara lain.

"Sebagai prinsip, Malaysia menentang segala bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara lain, serta ancaman atau penggunaan kekuatan," tulis Kemlu Malaysia dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Minggu dini hari.

Kemlu Malaysia menyatakan prinsip-prinsip itu merupakan landasan fundamental yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.

Malaysia secara konsisten menjunjung tinggi pentingnya penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog, penghormatan terhadap kedaulatan, serta kepatuhan terhadap norma-norma internasional.

"Pada saat yang kritis ini, sangat penting bagi para pihak terkait untuk menahan diri semaksimal mungkin dan mencari solusi damai melalui dialog dan diplomasi," demikian pernyataan Kemlu Malaysia.

Seiring dengan perkembangan tersebut, prioritas utama Malaysia saat ini tetap pada keselamatan dan kesejahteraan warga negara Malaysia di luar negeri.

Kemlu Malaysia menyatakan Kedutaan Besar Malaysia di Caracas telah menjalin kontak dengan warga Malaysia yang terdaftar di negara tersebut, dan seluruh warga negara terdaftar yang telah dikonfirmasi saat ini berada dalam keadaan aman dan terdata.

Kedutaan Besar Malaysia di Caracas secara aktif juga memantau situasi di lapangan dan siap memberikan bantuan konsuler yang diperlukan apabila dibutuhkan.

Rakyat Venezuela dikejutkan dengan sejumlah ledakan dahsyat di beberapa wilayah negara itu pada Sabtu dini hari di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS, media setempat melaporkan.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan asap tebal terlihat di beberapa tempat di Caracas yang merupakan ibu kota Venezuela, dan sirene serangan udara terdengar. Dilaporkan pula sedikitnya ada tujuh ledakan dan jet-jet tempur terlihat terbang rendah.

Listrik padam di beberapa kawasan di Caracas, termasuk bagian selatan kota yang dekat dengan pangkalan militer utama.

Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.