Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perayaan Natal Nasional 2025 menjadi simbol kuat harmoni kebangsaan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Dalam pidato puncak Perayaan Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor, Jakarta, Senin, dia menyebut kegiatan ini merupakan bukti bahwa jati diri Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dapat hidup rukun dan bersatu.
"Acara hari ini adalah bukti dari jati diri kita bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang multietnis, multiras, multiagama, multibudaya. Kita adalah bangsa yang sangat besar," ujar dia.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merawat persatuan dan menjauhi sikap saling curiga, memfitnah, serta memecah belah.
Ia menegaskan, kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan perpecahan.
"Ada yang mengatakan kalau bersatu itu tidak demokratis. Lho, demokrasi silakan, koreksi silakan, kritik bagus. Tapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak, tidak mengizinkan fitnah," katanya.
Ia juga menyinggung nilai-nilai kasih, pengampunan, dan saling menghormati yang diajarkan dalam ajaran agama, termasuk nilai yang perayaan Natal.
Menurut dia, hal ini selaras dengan semangat kebangsaan Indonesia yang berlandaskan Bhinneka Tunggal Ika.
Puncak Natal Nasional 2025 dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, tokoh lintas agama, pimpinan lembaga negara, serta perwakilan masyarakat. Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen bangsa Indonesia untuk terus menjaga kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman.
Di akhir sambutan, dia mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus memperkuat persatuan, saling mengasihi, serta bekerja bersama demi masa depan bangsa yang damai, adil dan sejahtera.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo sebut Natal Nasional 2025 simbol harmoni kebangsaan
