Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Prabowo panggil sejumlah menteri ekonomi ke Istana

Senin, 5 Januari 2026 18:57 WIB
Image Print
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (5/1/2026). ANTARA/Maria Cicilia Galuh.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi, dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani untuk rapat terbatas di Istana, Jakarta, Senin.

Keempat menteri tersebut tiba secara bergantian di Istana Kepresidenan, Jakarta, sejak pukul 15.30 WIB. Beberapa dari mereka, seperti Bahlil dan Rosan langsung berjalan masuk ke area dalam tanpa menjawab pertanyaan wartawan mengenai agenda rapat hari ini.

"(Belum ada yang ingin dilaporkan, red.), saya diundang (rapat)," kata Menteri Keuangan Purbaya menjawab pertanyaan wartawan setibanya di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin sore.

Purbaya mengatakan akan menjelaskan isi pertemuan selepas rapat. "Nanti mungkin abis rapat ya," katanya.

Sementara itu, Airlangga juga tidak menjelaskan agenda rapat, tetapi dia menjawab isu-isu lain, termasuk soal dinamika selepas ditangkapnya Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya oleh pasukan khusus militer AS.

Airlangga mengatakan Pemerintah Indonesia memonitor perkembangan situasi perekonomian global selepas insiden penangkapan tersebut, termasuk yang berkaitan dengan gejolak harga minyak dunia.

"Itu masih dimonitor karena yang utama kan berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi, harga minyak kita monitor kalau 1–2 hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi, dan harga minyak relatif masih rendah kan, sekitar 63 dolar (AS) per barel," kata Airlangga.

Pada kesempatan sama, Airlangga menyatakan MoU-MoU yang dibuat antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Venezuela, selepas insiden penangkapan Maduro, juga perlu dikaji kembali.

"Ya tentunya ada perubahan ya dengan perubahan yang terjadi kemarin itu, karena pemerintahannya kan berganti," ujar Airlangga.

Di lokasi yang sama pada waktu berbeda, Menkeu Purbaya menjelaskan selepas insiden penangkapan Maduro, Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan selalu memastikan posisinya kuat.

"Jadi, begini, artinya, kita mesti selalu menjaga kekuatan kita," kata Purbaya.

"Hukum dunia agak aneh sekarang. Jadi, kalau kita lihat negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa getaway (menghindar, red.) dari pengawasan PBB," ujar Purbaya merespons situasi di Venezuela.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo panggil Airlangga, Purbaya, Bahlil, dan Rosan ratas di Istana



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026