Staf khusus Menteri BUMN kunjungi sekolah TKI

id EUB,Staf Ahli Menteri BUMN

Staf khusus 2 Menteri BUMN Judith Jubilina Navaro Dipodiputro mengunjungi Sekolah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Edukasi Untuk Bangsa (EUB) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (Foto ANTARA / dok). (1)

"Daya saing tenaga kerja kita ini memang menjadi tantangan tersendiri. Saya juga sangat terharu dengan semangat bapak ibu yang mengikuti pelatihan tersebut dan memang masa depan mereka ada di pendidikan," katanya.
Kuala Lumpur,  (AntaraKL) - Staf khusus 2 Menteri BUMN Judith Jubilina Navaro Dipodiputro mengunjungi Sekolah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Edukasi Untuk Bangsa (EUB) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Minggu.

Judith didampingi Direktur Komersial dan IT ANTARA, Hempi Prayudi, Direktur Pemberitaan, Akhmad Munir, Direktur Komersial Sarinah, Indriany, Pendiri EUB, Aulia Badar dan Ketua Harian EUB, Dwi Syahputra.

Kunjungan dilakukan disela-sela menghadiri penutupan Pameran Indonesia Creative Product Festival 2018 di Gedung PWTC Kuala Lumpur yang diselenggarakan NPNC (LKBN ANTARA, Balai Pustaka dan PNRI).

Judith mengatakan adanya TKI di Malaysia yang mengikuti pelatihan-pelatihan yang dilakukan para relawan merupakan kegiatan yang luar biasa.

"Buat saya ini luar biasa mengharukan. Bahwa rasa kebangsaan ini mendorong mereka yang mempunyai kemampuan untuk mengajar dan berbagi ilmu kepada saudara-saudara kita yang berjuang di Malaysia ini," katanya.

Menurut Judith pemerintah mesti memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap keadaan ini.

"Daya saing tenaga kerja kita ini memang menjadi tantangan tersendiri. Saya juga sangat terharu dengan semangat bapak ibu yang mengikuti pelatihan tersebut dan memang masa depan mereka ada di pendidikan," katanya.

Dia mengatakan sudah sangat tepat inisiatif menyambungkan pelatihan ini dengan Universitas Terbuka sehingga  TKI yang semula hanya lulusan SMA akhirnya bisa meningkatkan pendidikan yang pada waktunya membuka mereka pada jenjang pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar