Perempuan WNI - Malaysia peringati Hari Kartini

id Hari Kartini,Club Yummy Mommy

Psikolog dari Indonesia, Okina Fitriani MA, Shantee dan Dhina Prihandini (Foto ANTARA / Agus Setiawan) (1)

"Yang diperbaiki pengetahuan kita. Berapa buku yang sudah dibaca. Bagaimana ketrampilan kita. Kita beruntung sebenarnya. Tuhan menganugerahkan anak-anak kepada kita sudah luar biasa. Anak lahir punya korteks pada otak yang tidak dimiliki makhluk lain
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Malaysia yang tergabung dalam Club Yummy Mommy (CYM) menggelar "Charity Lunch & Kebaya Gathering Fashion Show" memperingati Hari Kartini di Kuala Lumpur, Selasa.

Acara yang dipandu Koordinator CYM, Shantee Muzaffar dan Vin Heusen tersebut diawali dengan sambutan dari Assistant Director of Sales Pullman Bangsar, Sheriizii Dato` Zakaria.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi parenting yang menghadirkan psikolog dari Indonesia, Okina Fitriani MA, yang juga pengarang buku "The Secret of Enlighten Parenting".

Shantee mengatakan tujuan diselenggarakan acara tersebut diantaranya untuk menggalang dana yang akan diberikan ke Rumah Titian Kaseh pada (5/5) mendatang, merayakan Hari Kartini (21/4) dan International Women`s Day (8/3).

Pada saat yang sama istri Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Dhian Prihandini diundang ke panggung untuk memberikan sambutan.

Okina Fitriani mengatakan memaknai Peringatan Hari Kartini pada zaman sekarang bisa dilakukan dengan memperbaiki diri sendiri (improve ourself) tidak hanya untuk kita tetapi juga masyarakat dan umat.

"Yang diperbaiki pengetahuan kita. Berapa buku yang sudah dibaca. Bagaimana ketrampilan kita. Kita beruntung sebenarnya. Tuhan menganugerahkan anak-anak kepada kita sudah luar biasa. Anak lahir punya korteks pada otak yang tidak dimiliki makhluk lain kecuali manusia. Sayangnya ibu-ibu jarang melatihnya," katanya.

Yang sering diaktifkan, ujar dia, adalah batang otak saja seperti kalau lapar harus makan.

"Tuhan memberikan prosesor kepada anak-anak kita. Setiap manusia mempunyai potensi iman. Anak-anak memerlukan role model dan modelnya adalah orang tua. Manusia mempunyai kemampuan meng-install hidupnya," katanya.

Istri Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Dhian Prihandini mengatakan wanita adalah unik sebab mempunyai kontribusi pada suami, kita dan anak-anak.

"Kalau kita bilang emansipasi seperti kata Ibu Okina maka role model-nya adalah kita. Wanita sebaiknya mampu memiliki manajemen waktu, manajemen hati dan manajemen akal. Jadilah wanita yang cantik lahir batin. Tentu semua akan berproses `up and down`. Saya yakin dibalik ujian ada harapan," katanya.

Setelah itu acara diisi dengan peragaan busana kebaya oleh model dari Rumah Kebaya Malaysia pimpinan Tinur Sunandar yang menjadi pendukung acara tersebut.

Sejumlah model memperagakan koleksi dari Rumah Kebaya dengan silih berganti dihadapan undangan.

Kemudian dilanjutkan dengan kontes kebaya dengan peserta lomba terdiri dari Warga Negara Indonesia (WNI) dan Malaysia.

Sejumlah peserta yang telah mendaftar di acara tersebut kemudian satu per satu memperagakan kebaya yang dikenakan dihadapan juri dan undangan.

Bertindak sebagai juri adalah istri Wakil Dubes RI di Kuala Lumpur, Dhian Prihandini dan artis serta penyanyi Malaysia, Sasha Saidin.

Acara juga diisi dengan chef hotel yang memperkenalkan menu makan siang diikuti parade makanan dan perkenalan FSJamu oleh Santi Rahayu.

Dalam acara yang turut dihadiri Perak Ladies Club tersebut terpilih sebagai juara pertama kontes kebaya 2018 adalah Puan Rozana dari Kuala Lumpur, kedua Ibu Veronica dari Bali dan Kristin Olsen.

Selain itu juga dipilih delapan peserta favorit dan mendapat bingkisan dari panitia.











 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar