Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Kendaraan komandan badan perbatasan Malaysia-Thailand ditembak OTK

Rabu, 25 Februari 2026 22:08 WIB
Image Print
Ilustrasi - Garis polisi di lokasi peristiwa penembakan. ANTARA/Anadolu/py

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kendaraan yang dikendarai Komandan Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (MCBA) Bukit Kayu Hitam, Kedah, Malaysia, SAC Mohd Nasaruddin Mohd Nasir, ditembak orang tidak dikenal (OTK) di dekat perbatasan Malaysia-Thailand, Rabu dini hari.

Berdasarkan laporan BERNAMA yang dihimpun di Kuala Lumpur, Rabu, komandan tersebut lolos tanpa cedera dalam serangan yang terjadi sekitar pukul 5.40 pagi, kira-kira satu kilometer dari perbatasan.

Kepala Kepolisian Kedah Adzli Abu Shah, mengatakan bahwa komandan tersebut sedang dalam perjalanan untuk melaksanakan salat Subuh di Masjid Al Muhajirin ketika dua pria berpakaian hitam mengendarai sepeda motor, mengenakan helm tertutup, mendekati mobilnya.

"Salah satu tersangka melepaskan dua tembakan, mengenal pintu belakang kanan dan pintu penumpang depan mobil. Untungnya, korban tidak terluka," kata Adzli Abu Shah.

Adzli mengatakan bahwa segera setelah penembakan, korban, yang mengemudi sendirian, mencoba mengejar para tersangka sejauh sekitar satu kilometer sebelum mereka melarikan diri ke kawasan industri terdekat.

"Kemudian, ia mengendarai mobil Proton X70 miliknya ke kantor polisi Kompleks Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, dan Keamanan untuk membuat laporan," katanya.

Adzli mengatakan polisi sedang menyelidiki dari semua sudut dan tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sindikat kriminal yang beroperasi di sepanjang perbatasan mungkin bertindak sebagai pembalasan, menyusul gencarnya penyitaan yang dilakukan MCBA Bukit Kayu Hitam tahun ini, termasuk 100 ton beras dan daging babi ilegal.

Polisi juga telah menahan banyak penyelundup dan migran yang berbasis di daerah tersebut, katanya.

Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Senjata Api (Peningkatan Hukuman) 1971 karena menembakkan senjata api dengan maksud untuk menyebabkan kematian atau cedera, meskipun tidak ada laporan cedera.

Senjata semi-otomatis

Kepolisian Kedah menduga tersangka menembak kendaraan yang dikemudikan oleh Komandan MCBA menggunakan senjata api semi-otomatis.

Adzli Abu Shah mengatakan penyelidikan awal mengkonfirmasi bahwa dua tembakan dilepaskan ke arah kendaraan korban yang sedang bergerak dari jarak sekitar satu meter.

"Kami yakin pelaku menggunakan senjata semi-otomatis karena kami menemukan pecahan peluru," kata Adzli.

Segera setelah kejadian tersebut, polisi melancarkan operasi penyekatan untuk melacak para tersangka, termasuk di titik masuk perbatasan negara di Durian Burung, Padang Terap, Kedah, Malaysia.

Adzli mengatakan insiden tersebut dipandang sebagai tantangan bukan hanya bagi MCBA tetapi juga bagi semua lembaga penegak hukum dalam menjalankan tugas mereka.

"Saya juga menyerukan kepada seluruh personel penegak hukum untuk tetap waspada. Keselamatan harus menjadi prioritas dalam menjalankan tugas," katanya.

Sementara itu Direktur Jenderal MCBA Mohd Shuhaily Mohd Zain, tidak menampik kernungkinan bahwa insiden penembakan itu merupakan respons dari pihak-pihak yang terdampak oleh tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh badan tersebut.

Mohd Shuhaily telah mengingatkan para petugas dan personelnya untuk waspada terhadap potensi ancaman serupa ke depan.

Mohd Shuhaily menyampaikan bahwa Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution Ismail sepenuhnya mendukung langkah MCBA untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Di antara hal-hal yang kami lihat, adalah bahwa personel MCBA tidak dilengkapi dengan senjata api. Ini adalah hal yang dapat segera diperbaiki, bersamaan dengan rompi anti peluru dan hal-hal semacam itu, yang dapat menjamin keselamatan bawahan saya," kata dia.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026